LAMPUNG -Newshanter.com,-Diduga karena ditinggal satuan pengamanan kepolisian saat upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pamswakarsa) PT Bangun Nusa Indah Lampung (PT BNIL) menyerang ribuan warga Desa Bujug Agung, Tulang Bawang, Lampung.
Akibatnya Setidak 17 tenda dan puluhan kendaraan sepeda motor Pamswakasa dibakar massa, saat warga berunjuk rasa di Desa Bujug Agung, Tulang Bawang, Lampung. Demo itu untuk memprotes pengambilan lahan warga oleh PT Bangun Nusa Indah Lampung (PT BNIL)Sabtu (1/10/2016)
Ketua Forum Serikat Tani Korban Gusuran BNIL (STKGB), Sukirman mengatakan, kerusuhan terjadi pada Sabtu (1/10/2016) sekira pukul 10.00 WIB di area Desa Bujug Agung, Tulang Bawang. Sekira 2.500 warga Desa Bujug Agung memang mendirikan tenda sejak 8 September 2016 di dekat PT BNIL menuntut pengembalian lahan yang dicaplok oleh perusahaan pengolah tebu itu.
“Hari ini kan Hari Kesaktian Pancasila, polisi yang bertugas hanya sedikit karena yang lain pergi upacara. Mungkin itu dimanfaatkan oleh Pamswakarsa untuk menyerang,” katanya, Sabtu (1/10/2016).
Sukirman yang sedang berada di lokasi itu menambahkan, pada saat kejadian polisi yang berjaga hanya tiga orang dan TNI sebanyak lima orang. Karena diserang, katanya, warga lalu membalas dan mengejar Pamswakarsa PT BNIL itu.
Akibat pembalasan itu, sebanyak 17 tenda dan 12 motor Pamswakarsa dibakar massa. “Mereka (Pamswakarsa) mau ngebongkar tenda masyarakat yang berdemo,” katanya.Tidak ada korban luka dari kerusuhan yang terjadi selama satu jam itu. “Kami menarik diri dan menenangkan warga yang masih emosi,” katanya.
Sementra itu Menurut warga Desa Bujug Agung, Sugiono kericuhan terjadi karena provokasi. Provikasi dilakukan saat polisi yang berjaga meninggalkan lokasi, Sabtu (1/10/2016) sekira pukul 08.00 WIB. Awalnya ada sekira 400 orang Pamswakarsa PT BNIL mendekati lokasi tenda warga dengan membawa alat berat. Selain itu, pamswakarsa juga menenteng senjata tajam.
“Pamswakarsa itu lalu menantang warga dengan melakukan aksi membacok-bacokkan parang itu di tubuhnya sendiri. Warga terpancing provokasi itu dan emosi, karena tenda yang mereka buat dan ditempati akan digusur dan menantang warga pakai senjata tajam. Lalu warga membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya,” ujar lewat pesan singkat.
Karena provokasi itu, kata Sugiono, ribuan warga marah dan melakukan perlawanan. Warga lalu membakar tenda milik Pamswakarsa. “Kondisi sekarang sudah kondusif. Warga sudah ditenangkan pengurus,” katanya
Diduga ada provokasi dari pihak Pemerintah
Sedangkan General Manager PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) Yulius menduga, penyebab kerusuhan yang berbuntut bentrok pengunjuk rasa dengan pengamanan perusahaan, Sabtu (1/10/2016) pagi, karena ada provokasi dari pihak Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.
Menurutnya Sabtu pagi, ratusan warga yang berunjukrasa mendatangi kantor perusahaan perkebunan tebu di Kabupaten Tulangbawang itu. Tak berapa lama terjadi bentrok antara warga dengan pengamanan perusahaan. Warga membakar puluhan kendaraan roda dua dan empat serta sejumlah fasilitas milik PT BNIL.
“Jumat kemarin, Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak bersama Dandim dan Kapolres setempat mendatangi pengunjukrasa yang sudah berada di lahan perusahaan hampir dua pekan itu. Sepertinya memprovokasi, dan memang terdengar menyulut amarah warga. Tapi Kami sudah lapor ke kantor pusat di Jakarta soal kedatangan bupati itu,” kata Yulius, Sabtu (1/10/2016).
Penyebab lainnya, kata Yulius, sejak Jumat (30/9/2016), warga memasuki areal perkebunan PT BNIL, mereka lantas menebangi pohon milik perusahaan. Namun, aksi mereka yang sudah membabat tanaman seluas 1,5 hektare dihadang petugas pengamanan perusahaan.
“Dari sini kondisi memanas, kami sudah coba meminta warga agar tidak menebang tanaman atau merusak fasilitas an. Karena itu kami turunkan petugas keamanan ke lapangan,” katanya. SElai itu kini PT BNIL, kata dia, masih menginventarisasi kendaraan dan fasilitas yang dibakar massa tersebut.
Dari pantauan wartawan Saibumi.com di lokasi kejadian, ratusan personil sibuk melakukan pengambilan barang bukti sisa puing sepeda motor yang dibakar. Dan mengangkutnya ke truk untuk dibawa ke Mapolres Tulangbawang.
Kasat Sabhara Polres Tulangbawang AKP Ladi menerangkan ratusan personil polisi telah ditempatkan di lokasi kejadian, guna mengantisipasi kemungkinan bentrok susulan dan bentrok fisik antara masyarakat dengan Pam Swakarsa PT BNIL.Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin sudah di lokasi kejadian.(OKZ/01)






