PEKANBARU, Newshanter.COM- Pemukulan yang dilakukan sejumlah oknum polisi kepada wartawan Riau online, Zuhdi Febrianto (20), Sabtu (5/12/2015) siang, saat memotret petugas menangkap seorang peserta Kongres Himpunan Mahasiswa Islam ke-29 di Pekanbaru, mendapat kecaman keras dari Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Provinsi Riau, H. Dheni Kurnia.
“Kita tidak mentolerir tindakan aparat kepolisian, apapun alasannya. Mereka (yang memukul) sudah melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, yakni Pasal 18 Ayat 1 dan 2,” tegas Dheni Kurnia kepada sejumlah wartawan Sabtu (5/12/2015) malam.
Apalagi, sebutnya, korban adalah wartawan anggota Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Pekanbaru dan medianya jelas. ”Kita meminta Kapolresta Pekanbaru mengusut dan memberikan sanksi tegas dan keras kepada aparat yang main hakim sendiri,” tegas Ketua Umum Pengprov Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Riau ini.
Terakhir, Dheni meminta media yang bersangkutan meneruskan kasus ini ke jalur hukum. ”Kita minta Pemred riauonline.com melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, dan tidak berdamai di tengah jalan, karena menyangkut nama baik profesi,” pungkas Dheni seraya mengimbau teman- teman pers untuk melakukan aksi solidaritas.
Seperti diberitakan, Zuhdi Febrianto, wartawan situs Riaunoline menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah polisi saat memotret petugas menangkap seorang peserta Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru, Sabtu (5/12/2015) siang. Polisi yang tak terima aksinya diabadikan langsung berusaha merebut kamera korban.
Tak sekadar kameranya yang diincar, polisi juga kemudian memukuli Zuhdi. Tak hanya dengan tangan kosong, tapi juga mengunakan petungan rotan. Akibatnya kepala korban terluka parah.
Korban yang berdarah-darah lantas dilarikan ke RS Safira Pekanbaru. Petugas medis lantas melakukan penanganan intensif. Selain dijahit, juga dilakukan CT Scan terhadap kepala korban. Karena, dikawatirkan mengalami gegar otak.”Ada dua luka terbuka yang dialami korban dan sudah dijahit. Juga dilakukan CT Scan karena kita khawatir korban mengalami gegar otak,” tutur Pemred Riauonline Fachrulrozy, yang juga Ketua AJI Pekanbaru. (rs1/nr)







