Ketua DPRD Kampar Minta Bupati Tindak Tegas Oknum Satpol PP Yang Arogan

KAMPAR. Newshanter.Com – Korban dugaan kekerasan oknum anggota Satpol PP Kabupaten Kampar pada saat unjuk rasa tenaga rumah tunggu kelahiran (RTK) dijenguk oleh Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri, Senin (16/7/2018) malam usai memimpin rapat paripurna di gedung DPRD Kampar.
Ia didampingi anggota Fraksi Golkar Repol.

Dalam kunjungan ini Fikri mengajak korban berbincang namun kedua korban yang dirawat di ruangan terpisah masih sulit berkomunikasi karena masih terlihat lemas.

Menurut pria yang akrab disapa Ongah ini, masalah ini akibat Kepala Dinas Kesehatan lamban dan tidak punya solusi untuk menyelesaikan masalah ini.”Ini akibat tak siapnya dinas melayani masyarakat, apalagi Kadis tidak punya solusi,” ujar Fikri.

Ia sangat menyesalkan adanya dugaan tindakan arogansi yang dilakukan oleh Kepala Satpol PP Kampar dan anggota.”Seharusnya mereka punya solusi bukan arogansi,” ucap Ongah.
Kepada keluarga korban Fikri berpesan agar jangan memikirkan biaya pengobatan namun tetap konsentrasi untuk proses penyembuhan korban.

Jatuhnya korban akibat unjuk rasa tenaga rumah tunggu kelahiran (RTK) tidak hanya menuai simpati dari Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri yang datang menjenguk kedua korban di RSUD Bangkinang. Namun ketua lembaga wakil rakyat itu menegaskan bahwa Bupati Kampar harus memberikan sanksi kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal ini Kepala Satpol PP Kabupaten Kampar Hambali.

“DPRD akan memanggil dan meminta Bupati Kampar memberi sanksi OPD yang arogan. Saya rasa seperti itu, beri tindakan tegas,” tegas Ahmad Fikri kepada wartawan disela-sela menjenguk korban kekerasan dalam aksi unjuk rasa tenaga RTK di RSUD Bangkinang, Senin (16/7/2018) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Ongah itu, Satpol PP harus mengawal aksi masyarakat, bukan malah sebaliknya melakukan tindakan anarkis terhadap demonstran. “Jangan melakukan tindakan yang anarkis, sementara mereka nggak ada anarkis. Sekalipun mereka salah, laporkan ke polisi,” ulas Ongah.

Ia meminta aparat seperti Satpol PP jangan membuat masyarakat trauma. Namun harus siap mengawal dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kedepannya jangan sampai terjadi. Kalau ada adek-adek mau jumpa sama Sekda tolong dikawal,” pungkas Fikri.(TIM)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *