Keluarga Sopir Online, kaget pelaku masih muda, Minta Pelaku Dihukum setimpal

Palembang,Newshanter.com, Kurang dari seminggu, pelaku pembunuhan Edwar Limba (34) sopir taksi online yang tewas secara tragis, Senin (21/8/2017) lalu akhirnya berhasil ditangkap Minggu (27/8/2017)Jatanras Polda Sumsel

Ketiganya kini diamankan pihak Jatanras, dua diantara pelaku dengan kondisi kaki yang tertembus peluru. Akibat melawan saat ditangkap.Akibatnya polisi menghadiahkan timah panas di kedua kakinya. Ketiga pelaku diketahui bernama Aldo, Ari dan Ucok.Saat ini, ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan

Dengan tertangkapnya pelaku Keluarga korban sendiri mengaku cukup kaget melihat komplotan pelaku pembunuhan sadis ini.Keluarga korban bahkan kaget saat mengetahui ternyata salah satu dari pelaku masih berusia muda dan tampangnya tidak menampakkan raut sebagai penjahat berdarah dingin.

“Setiap hari kami memang selalu menanyakan kabar kasus ini kepada polisi yang menangani.

Sore tadi sempat diberitahu namun kejelasannya penangkapan TSK ini baru tahu dari media,” ujar adik ipar korban, Gunawan saat ditemui di rumah duka di daerah Kedukan 5 Ulu Palembang, Minggu (27/8) malam.

Saat ditemui, keluarga korban sendiri tengah menggelar pembacaan yasin dan dihadiri sanak keluarga serta tetangga.“Kalau keinginan keluarga tentu pelaku nanti mendapat hukuman yang setimpal.

Hukuman mati pun pantas jika melihat bagaimana mereka merencanakan pembunuhan sadis ini,” jelas karyawan Bank milik pemerintah ini.Keluarga besar pun berencana ingin menemui pelaku bila nanti diizinkan oleh pihak kepolisian.

“Rasonyo pengen buat pembalasan, minimal nak disikso dulu.Tapi semua kami serahkan kepada hukum dan polisi pun sudah bekerja sangat baik.Atas nama keluarga kami sangat berterima kasih,” jelasnya.

Pihak keluarga berharap agar pihak kepolisian harus dapat memberikan hukuman maksimal kepada para pelaku.
“Apalagi kami juga mendengar kabar bahwa kasus ini bukanlah yang pertama.

Di lokasi dimana korban dibuang sudah ada 2 kasus pembunuhan yang sama.
Jangan-jangan mereka komplotannya sama,” ujarnya.

Sementara itu mertua korban, Nurbaiti yang didampingi istri korban, Rosalina, bahkan sangat kaget melihat tampang para pelaku yang berhasil diamankan polisi.

“Dak nyangko, masih tanggung galo budaknyo.

Pikir kami bandit besak, men pacak kami nak ketemu dio, pengen tahu nian apo dio yang di otak mereka pas nak bunuh kemarin,” ungkapnya dengan penuh kekesalan.

Menurutnya, kesedihan masih dirasakan keluarga pasca kepergian Edwar yang sudah berencana memulai usaha baru untuk menghidupi keluarganya.

“Belakangan, korban memang sudah berencana membuka usaha karena pekerjaan lamanya di farmasi dirasa semakin berat karena adanya program BPJS. Sembari mempersiapkan usaha, dia menyambi sebagai sopir taksi online, kenapa akhirnya harus berakhir seperti ini,” kenangnya.(TS/fil))

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *