Kecamatan Plaju Dapat Dua Penghargaan, Ini Kata Camatnya

Palembang,newshanter.com — Kecamatan plaju mendapatkan dua penghargaan sekaligus Program kampung iklim yang di adakan oleh kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, dimana penghargaan ini diberikan kepada RW 02 dan RW 06 di kelurahan Plaju ulu.

Dalam mendapatkan penghargaan camat Plaju Ahmad Furqon menerangkan persiapannya sudah dilakukan dari setahun lalu. Menurutnya ada banyak aspek penilaian yang di perhatikan,

” Aspek penilaiannya sangat banyak, kemarin saja aspek penilaian yang dari tahun kemarin kami ikut. Di awal tahun itu kami sudah persiapan dan memang itu sudah ada kriteria-kriteria yang ditentukan bahkan ada kuisioner dan blanko yang kita isi dan itu pendampingan dari kawan-kawan LHK dan masyarakat itu sendiri,” ungkapnya

Bahkan untuk tahun ini dari aspek penilaian pun dikatakannya ada yang berbeda yakni dengan penerapan aplikasi sipekturm, jadi segala potensi yang ada di masyarakat itu di input dalam aplikasi.

Seperti contoh ada pengelolaan sampah di RW 02 itu perlu difoto nanti juga titik koordinat dimasukkan kedalam GPS yang bisa dipantau langsung oleh KLHK dimana titik lokasinya.

“Itulah Memang agak berat untuk kegiatan ini tapi Alhamdulillah dari sebelas kampung setingkat RW kami kirim dari kecamatan Plaju. Alhamdulillah dua kecamatan kita mendapatkan penghargaan dari pemerintah yakni KLHK,” ujarnya.

Furqon juga mengatakan kedepan akan menargetkan penghargaan kriteria tertinggi yakni ProKlim lestari, yang mana dia sebetulnya telah di targetkan ikut tahun ini namun karena ada persyaratan administrasi yang belum lengkap salah satunya karena baru satu tahun pembinaan.

“Kurang syarat karena wajib pembinaan dua tahun tapi untuk potensinya kemarin itu sangat besar dan sangat mendukung karena memang administrasinya harus dilakukan pembinaan itu selama dua tahun,”lanjutnya

“Mungkin tahun depan akan kita rebutlah untuk ProIklim Lestari dan setiap tahun kami akan ikut progam-program kampung iklim ini sehingga dikecamatan Plaju ini nanti sudah terkondisi seluruhnya menjadi kampung iklim,” pungkasnya. (derla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *