Palembang.Newshanter.com,Meninggalnya Catharina Widjawati atau biasa disapa Wiwit (30) menyisakan pertanyaan di keluarga. Di antaranya adalah paska menghilangnya Wiwit sejak Sabtu (6/5) hingga akhirnya ditemukan jenazahnya pada Kamis (11/5/2017) di Jalan Sungai Sedapat, Sukarami, Palembang, sang calon suami Martinus Asworo (33) tak diketahui keberadaannya.
“Orang terakhir yang bersama Mbak Wiwit adalah calon suaminya yang bekerja sebagai tenaga fotokopi di salah satu sekolah swasta di Palembang. Karena saat itu Mbak Wiwit dan calon suaminya sedang dalam perjalanan akan ke bandara dan akan terbang ke Yogyakarta untuk melakukan pemotretan pre-wedding,” ujar Alvian Nur Budi Prasetyo, adik sepupu Wiwit, Kamis (18/5).
Alvian menerangkan bahwa dari keterangan salah seorang rekan calon suami Wiwit, Asworo sempat pulang ke mess pada Minggu (07/05/2017) pagi dengan menggunakan sebuah mobil. Mobil itu berdasarkan rekaman CCTV di mess, lanjut Alvian, sempat dicuci oleh calon suami Wiwit tetapi yang dicuci hanya bagian dalamnya saja.
“Mobil itu kalau dari keterangan polisi di Palembang yang menangani kasus pembunuhan Mbak Wiwit merupakan mobil rental yang biasa disewa oleh Asworo. Mobil saat ini diamankan oleh petugas. Dari keterangan petugas saat saya di Palembang untuk menjemput jenazah Mbak Wiwik, ditemukan bercak darah dan pada handle remnya mengalami kerusakan,” ungkap Alvian.
Alvian menambahkan bahwa calon suami Wiwit diketahui pada Minggu sore pergi dengan tergesa-gesa menggunakan sepeda motor. Saat ditanya teman satu messnya, kata Alvian, Asworo pamit mau pergi melaundrykan pakaiannya. Sejak itu, Asworo tak lagi diketahui keberadaannya.
“Keanehan lainnya adalah dari beberapa ATM milik Mbak Wiwit semuanya kosong. Dari pelacakan yang dilakukan keluarga, di salah satu rekening Mbak Wiwit ada uang Rp 6,5 juta tetapi ditarik oleh seseorang sebesar Rp 6,4 juta pada hari Kamis (11/5) di daerah Lampung Timur,” jelas Alvian.
“Padahal, saat itu Mbak Wiwit diketahui sudah meninggal dunia. Anehnya itu kok ATM-nya kosong, padahal orang mau menikah itukan harusnya punya tabungan. Tapi kok rekening Mbak Wiwit kosong,” tambahnya.
Alvian juga menambahkan bahwa pada Minggu (7/5) pagi, sempat ada perubahan status BBM milik Wiwit. Statusnya, ucap Alvian, bertuliskan “Save Flight”.
“Padahal Mbak Wiwit itu diperkirakan meninggal pada Sabtu (06/05/2017) malam hingga Minggu (07/05/2017) dini hari. Itu berdasarkan keterangan dari petugas. Kok bisa pagi statusnya BBM-nya bisa update. Saat pemeriksaan barang-barang milik Mbak Wiwit, telepon genggam dan ATM diketahui hilang,” pungkas Alvian.
Rencana Chatrina Widjawati alias Wiwit menikah dengan kekasihnya Martinus Asworo kandas di tengah jalan. Nasib malang ditemukan tewas membusuk di lahan semak belukar di lorong Jalan Sungai Sedapat RT 41/8 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Mei 2017 lalu.
Wiwit, diduga telah menjadi korban pembunuhan, setelah tim Forensik menemukan luka di bagian kepala depan dan belakang, akibat pukulan keras. Selain itu ada luka di wajah dan bagian langit-langit gigi.
Jenazah Wiwit baru diketahui pihak keluarga, setelah mendengar kabar berita dari Kepolisian. Paulus Slamet, 59 orang tua Wiwit yang tinggal di Jalan Gereja Atas, Talang Jawa, Tanjung Enim, Muaraenim . Sedangkan jenazah korban sudah di makam keluarganya di Ngrau, Suryodiningratan, Mantrijeron, Jokyakarta Kamis (18/05/2017) lalu.
Turut dikuburkan bersama dia, baju dres berwarna merah, rangkaian bunga, balon bertuliskan ‘i love you’, serta softlense yang sedianya akan dipakai untuk prewedding di Yogyakarta bersama calon suaminya, Martinus Asworo.
Mohon Bersabar
Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengungkapkan, mobil rental yang terakhir digunakan Asworo dan korban telah disita. Di dalam mobil itu, terdapat bercak darah dan bekas benturan.
“Ya mobil rentalan itu sudah kita sita. Untuk bercak darah dan bekas benturan kita temukan,” ungkap Wahyu saat dihubungi wartawan jumat (19/05/2017).
Selain itu, kata dia, pihaknya menyita barang-barang di mess Asworo, termasuk kunci pintunya. Petugas juga telah meminta keterangan beberapa saksi yang mengenal korban dan tunangannya.
“Ada beberapa saksi yang dipanggil, masih kita proses,” ujarnya.
Wahyu pun meminta semua pihak untuk bersabar terkait progres perkembangan kasus itu. Sebab, petugas masih berada di lapangan untuk menyelidikinya.
“Mohon bersabar, tidak bisa kami dikasih waktu berapa hari untuk mengungkapnya, masih lidik,” pungkasnya.
Kapolresta Palembang , Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan pihaknya saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Menurutnya, tim untuk kasus ini telah diturunkan untuk mengejar pelaku.
“Saya tidak bisa sebutkan siapa, masih diselidiki. Saksi-saksi juga sudah diperiksa,” kata Wahyu. Selain itu, dugaan pembunuhan terhadap Wiwit semakin menguat lantaran hasil autopsi terdapat sejumlah luka di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. “Kita belum dapat memastikan pelakunya, masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.(TN/01)
#





