Palembang, newshanter.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Sumsel dan juga dihadiri oleh Kepala Disdik Kota Palembang H Akhmad Zulinto, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Palembang Rafli, dan lainnya, menghadiri acara tatap muka Kapolrestabes Palembang dengan Pelajar SMK Negeri 2 Palembang.
Dimana kegiatan ini mengambil tema maraknya aksi tawuran antar pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta balapan liar dikota Palembang. Acara ini sendiri dipusatkan di aula SMK Negeri 2 Palembang, Senin (29/8/2022).
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mochammad Ngajib, kita silaturahmi dengan adik-adik siswa siswi di SMK Negeri 2 tentunya untuk bisa ada hubungan emosional.
Kita supaya mereka juga bisa mau mengikuti kita semua, yang tentunya dalam rangka kita antisipasi nanti mereka melakukan balapan liar, dan melakukan pelanggaran-pelanggaran hukum.
“Dikota Palembang, kalau tawuran kebetulan karena euforia, anak-anak baru diperbolehkan tatap muka, banyak kegiatan, sehingga mereka mungkin euforia ada beberapa kejadian sehingga terjadi tawuran,” ujarnya.
Kemudian, ada beberapa faktor yang utama mereka euforia baru sudah 2 tahun ini mereka ada pandemi covid-19 sehingga tidak bisa keluar.
Dan tahun inilah mereka keluar untuk memperlihatkan jati dirinya, ini yang perlu kita antisipasi, kita rangkul mereka, supaya mereka bisa mencari jati diri yang positif tentunya.
“Kedua ada pengaruh-pengaruh dari luar, baik dari senior-seniornya maupun dari luar yang mempengaruhi mereka supaya untuk tidak membuat kondusif, dan meresahkan masyarakat,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, hukumannya sendiri kepada siswa, tentunya yang melanggar aturan hukum, ya kita lakukan penegakkan hukum, sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau masalah sanksi kepada sekolah dan anak mungkin Disdik yang bisa sampaikan disini.
Harapannya sendiri, tentunya tidak ada balapan liar, tidak ada anak sekolah yang melanggar hukum, tidak ada anak sekolah yang melakukan tawuran, semuanya bisa berprestasi untuk masa depannya.
“Upayanya kita sendiri yakni sambangi ke sekolah-sekolahan, tentunya untuk bisa bersilaturahmi dan berkomunikasi dengan adik-adik ini,” katanya.
Ditempat terpisah Kepala SMK Negeri 2 Palembang Rafli, S.Pd.,M.Pd, dimana yang jelas kita sangat senang ada dari Kapolrestabes kota Palembang ada pembinaan.
Karena begini untuk masalah tawuran, dan masalah balapan liar, ini merupakan tanggung jawab bersama, baik orang tua, sekolah, maupun aparat hukum, yakni pihak kepolisian.
“Dengan secara bersama-sama, baik siswa, guru juga mengantisipasi, dari Disdik dan juga Kepolisian, mudah-mudahan ini akan berhasil baik karena bersama-sama,” imbuhnya.
Masih dilanjutkannya, dimana kita saling mengingatkan, tetapi walaupun bagaimana kembali ke siswa itu masing-masing, tapi kita tidak henti-hentinya untuk mengantisipasi ini, jangan sampai terjadi tawuran ini upaya yang kita lakukan.
Makanya kita mengantisipasi jangan sampai ikut tawuran, paling tidak setelah kita ingatkan, setelah diingatkan berkali-kali, baik Kepolisian, baik Disdik, baik guru, maupun sekolah, mungkin nanti sanksi nantinya.
“Mana untuk berupa sanksi tergantung dengan aturan yang masih dibuat secara bersama-sama, agar siswa juga tidak dirugikan, sekolah juga tidak dirugikan,” bebernya.(ton)





