Pekanbaru Newshanter.com
Kepala dinas perpustakaan dan kearsipan kota Pekanbaru, Ir.Hj.Nelfiyona.Msi, Meminta Surat perintah tugas (SPT) kepada Wakil walikota(WAWAKO) Pekanbaru, seolah olah ada kegiatan penting yang harus di kerjakan demi menghadiri Acara International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA) di Kuala Lumpur Malaysia.
Acara IFLA merupakan acara kongres Perpustakaan dan informasi dunia ke-84 yang diadakan di Kuala Lumpur City Centre (KLCC) Malaysia pada tanggal 24 sampai 30 Agustus 2018 lalu.
Untuk mengikuti acara IFLA tersebut, Nelfiyonna mengakal-akali Wakil Walikota untuk neminta Surat Perintah Tugas (SPT) ke Kota Batam. Seolah-olah ada kegiatan penting yang harus dikerjakan.
Kadis Pusib Ir.Hj.Nelfi Yonna.Msi diduga telah menyalah gunakan SPT Wakil Walikota Pekanbaru untuk mengikuti acara yang semestinya diikuti oleh Para Pustakawan dari berbagai negara.
Dapat dipastikan bahwa Kadis Perpustakaan dan kearsipan Kota Pekanbaru tidak melakukan kegiatan seperti Surat Perintah Tugas (SPT) yang diberikan oleh Wakil Walikota Pekanbaru yang dimohonkannya, hal ini dapat dibuktikan dari jadwal fieldtrip yang bersangkutan.Mereka berangkat dari Pekanbaru menuju batam Jum’at siang tgl 24 agustus 2018 dan sorenya langsung menyeberang ke malaysia. Sementara dari malaysia ke batam hari rabu tgl 29 Agustus 2018 dan pulang ke pekanbaru pada hari kamis pagi tgl 30 Agustus 2018.Jadi SPT yg diajukan ke kota batam kepada walikota pekanbaru hanya akal-akalan saja.
Rasanya sangat tidak rasional tindakan kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru ini dimana saat ini pemko pekanbaru melakukan rasionalisasi anggaran karna kekurangan dana,sementara Kadis yang satu ini menghambur-hamburkankan uang anggaran untuk ke luar negeri demi kepentingan pribadi. Mirisnya lagi bukan hanya dia saja yg pergi ke luar negeri, malah dia memboyong seorang pendamping untuk menemaninya.
Yonna membawa seorang Kepala Seksi yang tidak berkompeten untuk ikut di acara tersebut,dengan demikian tindakan kadis tersebut telah merugikan dan pemborosan uang angaran. Sementara perpusrakaan-perpustakaa yg ada dikota Pekanbaru memerlukan uluran tangan pemerintah dalam hal ketersediaan bahan bacaan yang berkualitas.
Ketika wartawan Newshanter.com menkonsumsi terkait hal tersebut secara langsung kekantornya pada hari Rabu 3 Oktober 2018 lalu maupun lawat via telepon sampai saat ini belum ada jawaban dari kadis pusib sehingga berita dinaikan.
JackNho





