PEKALONGAN, Newshanter.com – Lokasi pembangunan talud yang merupakan salah satu sasaran pokok TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memang sangat tanggung.
Sehingga, semua dilakukan secara manual, terkecuali membuat adonan yang menggunakan mesin molen. Selebihnya, mulai langsir adonan, material, termasuk langsir batu harus dilakukan secara manual. Hal itu cukup menguras tenaga Satgas maupun warga yang terlibat di pembangunan itu.
”Sangat tanggung memang lokasinya, sehingga seluruh proses langsir material harus dilakukan secara manual. Kondisi semakin sulit, manakala turun hujan, sehingga dipastikan pekerjaan akan terhambat,” ungkap Babinsa Pantirejo, Sertu Sutrisno, Selasa (24/03/2020).
Sertu Sutrisno sepakat, jika satu-satu alat tradisional untuk melancarkan langsir material di lokasi pembangunan talud hanyalah gerobak kayu, pinjaman dari warga Pantirejo. Menyusul, tidak adanya peralatan angkong di lokasi itu.
”Saya sendiri pesimis jika tidak ada gerobak kayu pinjaman dari warga setempat. Bisa-bisa pembangunan talud di Dukuh Jlubang, desa Pantirejo, tidak akan rampung saat TMMP ditutup,” pungkas Sertu Sutrisno. (Rus)





