PALEMBANG, Newshanter.com – Jabatan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Drs. Priyo Widyanto, MM akhirnya resmi diserahkan kepada Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri, S., MM.
Serah Terima Jabatan Kapolda Sumsel ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis, Msi, Jumat (8/5) bertempat di ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta.
Sertijab dilakukan sesuai mutasi yang tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1377/KEP./2020 dan ST/1378/KEP./2020 tertanggal 1 Mei 2020. Surat tersebut ditandatangani Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.
Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M. lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 23 November 1964, adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan.
ia pertama kali bertugas di Sumsel pada tahun 2003 menjadi Kasubdit di Ditreskrimum Polda Sumsel.Ia menjalankan tugasnya usai melaksanakan Sespim dan kembali ke kampung halaman langsung bertugas di Polda Sumsel.
Selama dua tahun sebagai Kasubdit di Ditreskrimum Polda Sumsel, ia dipercaya sebagai Kapolres Lahat. Usai sebagai Kapolres Lahat, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri pindah tugas kembali ke Mabes Polri.Hingga, jenderal bintang dua ini pulang kampung lagi ke Palembang dan menjabat sebagai orang nomor satu di Mapolda Sumsel.
Pertama Bercita-Cita Jadi Auri
Puluhan tahun silam ketika masih tinggal di Kompleks Angkatan Udara Indonesia (Auri) Talang Betutu, Irjen Pol Dr Eko Indra Heri S MM tidak pernah menyangka akan bisa berada di posisi jabatan sebelumnya Asisten SDM Polri.Kala itu saat dilantik Kapolri menjadi Asisten SDM Polri, Eko Indra mengaku sangat bersyukur dan memilih untuk tetap rendah hati.
Pasalnya, Eko kecil tidak pernah bermimpi untuk dapat mengenakan dua bintang kepolisian di pundaknya.
Sebagai anak pensiunan Auri membuat dirinya bercita-cita masuk menjadi bagian dari Auri.
“Saya tidak pernah berpikir untuk bergabung dalam Kepolisian Republik Indonesia. Karena awalnya saya ingin bergabung dengan Auri pada tahun 1983. Namun, saat itu saya gagal. Saya tidak diterima. Perasaan kecewa ada tapi, saya pikir tidak ada gunanya bersedih. Lalu saya berpikir untuk terus belajar mengikuti kursus pelatihan, dan memilih mengurus ladang di belakang rumah dan melatih fisik dengan terus berlari,” ujarnya saat dihubungi Sripoku.com, Sabtu (8/9/2018).
Hari-hari usai ditolak di Akabri membuat Eko muda terus termotivasi untuk mencoba tes di tahun berikutnya.Sebagai anak pertama dari empat bersaudara dia memilih untuk tidak kuliah.Eko paham betul untuk tidak menyulitkan kedua orangtuanya dan memilih untuk melanjutkan pendidikan di tempat yang tidak perlu mengeluarkan biaya besar.
“Adik saya ada 3, semuanya masih sekolah dan mau tidak mau saya harus mengalah sebagai kakak. Saat itu saya putuskan untuk tidak kuliah dan fokus mengejar mimpi saya,” ungkap lulusan SMA 13 Talang Kelapa tersebut.
Di tahun berikutnya Eko kembali mencoba mendaftarkan diri di Akabri.Di kesempatan kedua hasil tesnya menunjukan dirinya justru dapat bergabung dengan Akpol.
“Saya muda tidak berani bermimpi jauh, untuk bermimpi tuh saya rasa berat. Saya sadar diri bahwa apa yang ingin saya capai itu sulit. Kito sadar diri itu kan semua ingin capai. Tetapi, dengan kegigihan dan usaha disertai doa, yang tadinya terasa sulit menjadi mudah,” ujarnya.
Mantan Kasat Pidum
DireskrimPolda Sumseltahun 2003 dan Kapolres Lahat tahun 2005 tersebut tidak pernah lupa nasihat orangtuanya.
Pesan dan nasihat itu tetap membekas di hatinya. Apalagi sang ayah yang merupakan anggota Kopasgat, Sersan mayor (Sermo) W Sardjono selalu memberikan nasihat yang selalu dipegang sampai saat ini.
“Orang tua waktu itu membebaskan jalan hidup yang saya pilih. Pesannya saya harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang saya pilih,” ungkapnya lebih lanjut.
Eko menyampaikan pesan kepada seluruh anak muda di Indonesia untuk tetaplah bermimpi, untuk mewujudkan apa yang ingin dicapai.
“Pesan saya kepada anak muda untuk terus percaya diri. Jika kita gagal hari ini, terus berusaha untuk mewujudkannya. Jangan patah arah karena anak muda harus punya keinginan yang harus diraih. Sebab saya adalah contoh orang biasa dan bisa sampai sekarang ini,” ujar Eko.
Eko, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang SDM. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.
Jabatan kepolisian
Kasat I/Pidum Dit Reskrim Polda Sumsel (2003)
Kapolres Lahat (2005)
Kapolres Demak (2007)
Kasubbag Sisdalpers Bag Jiansis Rojianstra SDE SDM Polri
Gadik Utama Dit Akademik PTIK (2010)
Karo SDM Polda Lampung (2011)
Analis Kebijakan Madya bidang Watpers SSDM Polri (2012)
Kabagpenkompeten Robinkar SSDM Polri (2013)
Kabagren Rojianstra SSDM Polri (2014)
Karojianstra SSDM Polri (2015)
Karobinkar SSDM Polri (2017)
Asisten SDM Kapolri (2018)
Kapolda Sumatra Selatan (2020).(zainal piliang)





