Padang-Newshanter.Com,-Simbol simbol partai telarang PKI, tampil dalam pawai karnaval dalam rangka HUT RI ke 70, baru saja berlalu bukan saja di daerah Jawa, tetapi di Sumatera Barat juga peserta karnaval mengusung lambang partai terlarang tersebut di Payakumbuh Sumbar.
Seperti Berita Muallaf .com. Pawai 17 Agustusan di Payakumbuh heboh. Pasalnya ada arakan yang mengibarkan atribut PKI pada pawai tanggal 18 Agustus 2015 lalu.
“Ya, memang ada pawai alegoris di Payakumbuh dan menampilkan bendera (atribut PKI). Pawai tersebut merupakan perjalanan sejarah bangsa mulai dari peristiwa sejarah sejak 1908-2014. Salah satunya adalah Pemilu 1955. Pemenangnya 4 partai besar waktu itu; PNI, Masyumi, NU dan PKI. Maka atribut keempat partai tersebut ditampilkan”, kata seorang pejabat dari Kesbanglinmas kota Payakumbuh yang akrab di panggil Pak Datuk.
Pawai ini murni menampilkan peristiwa sejarah, tak ada rekayasa, atau ditunggangi pihak lain. Diikuti oleh ribuan pelajar yang terdiri 40 sekolah. Masing-masing sekolah menampilkan cuplikan sejarah. Dan SMP N 1 Payakumbuh kebagian peristiwa sejarah Pemilu 1955. Lalu diusunglah bendera para pemenang pemilu tersebut”, kata Pak Datuk menjelaskan kepada Beritamuallaf.com melalui Hp beliau.
Ketika ditanya apa tindakan yang diambil pemerintah kota Payakumbuh. Beliau menegaskan bahwa setelah peristiwa itu heboh di media sosial, maka malam harinya tanggal 18 Agustus tersebut kami sudah mengadakan kordinasi dan rapat di Kesbanglinmas sendiri. “Ya, kami sudah ambil tindakan bendera PKI sudah disita, pihak-pihak terkait sudah dipanggil”, jelasnya.
Sebelumnya Muhammad Shiddieq dalam postingannya di facebook menulis :
“Logo PKI Tampil Pada Perayaan HUT RI 70 di Kota Payakumbuh Sumbar”
Selasa, 18 Agustus 2015 Pemerintah Kota Payakumbuh merayakan HUT kemerdekaan RI ke 70.Pemandangan yang aneh dan mengejutkan terlihat jelas pada saat pawai, dimana ada peserta pawai yang membawa logo Palu Arit alias lambang Komunis.
Alasan ditampilkannya lambang palu arit tersebut karena di antara tema yang diangkat panitia pada saat pawai kemerdekaan adalah partai peserta pemilu tahun 1955.Bagi sebahagian pengunjung mungkin tidak ada masalah karena ini adalah peristiwa sejarah Indonesia yang pernah terjadi pada masa lalu.
Namun sebaliknya, tidak sedikit diantara mata yang melihat menyayangkan logo palu Arit atau lambang PKI tersebut dimunculkan kembali pada saat peringatan Indonesia merdeka.Lagi pula secara nasional persoalan PKI ini sedang menjadi issu nasional yang sedang panas.
Tanpa meremehkan sejarah Indonesia masa lalu, menampilkan logo PKI pada saat HUT kemerdekaan RI adalah sesuatu yang kita sayangkan.Semoga kejadian ini dapat menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi pemerintah dan rakyat Indonesia.
Kepada Ulama, ilmuwan dan cendikiawan mohon masukan dan tanggapannya berkenaan dengan peristiwa yang terjadi di kota Galamai yang terkenal dengan aiahnyo janiah, ikannyo jinak.
Ketika Beritamuallaf.com menghubunginya Muhammad Shidieq membenarkan kalau memang dia yang memposting berita itu. Dan mengatakan bahwa masyarakat resah gelisah dengan berkibarnya bendera PKI tersebut. Dia mengharapkan ke depan agar semua pihak bijak dalam bertindak sehingga tak merisaukan masyarakat. (BM/NHO).
.





