Bukittinggi, newshanter.com – Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyatakan siap menyambut hari raya idul fitri dan libur lebaran tahun ini.
Walikota Bukittinggi Erman Safar dalam Jumpa Persnya , Selasa ( 18/04/2023) mengatakan pihaknya melakukan persiapan untuk kesiapan menghadapi hari raya idul fitri, begitu juga dipastikan kecukupan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, pada hari raya idul fitri tahun ini, para perantau minang banyak yang pulang kampung atau pulang basamo tentu pemerintah daerah harus memfasilitasi kedatangan itu dengan tampilan kampung halaman yang nyaman, sehingga lintas OPD bersama warga melakukan kegiatan gotong royong.
Dikatakan, Pemerintah Kota Bukittinggi siap menerima kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun ini, sehingga destinasi wisata juga mendapat pembenahan, terlebih arus transportasi di dalam kota menjadi perhatian serius.
“Kami melakukan beberapa persiapan, seperti dihadapkan kepada masyarakat, bagaimana kebutuhan warga dalam menyambut lebaran Idul Fitri dan sesudah libur lebaran dipastikan cukup. Kemudian, kita harus siap menyambut para perantau yang pulang kampung untuk berlebaran di kampung halaman. Kita melaksanakan kegiatan gotong royong melibatkan lintas OPD bersama masyarakat. Selanjutnya, kita juga siap menerima kunjungan dari yang bukan warga Kota Bukittinggi tetapi merupakan wisatawan. Makanya, kita sikapi destinasi wisata yang akan dikunjungi pelancong, begitu juga ruas jalan yang dilewati,”ujarnya
Walikota Bukittinggi Erman Safar menyebutkan persentase kesiapan itu sudah maksimal, namun masih terdapat beberapa pencermatan yang akan dioptimalkan, serupa dihadapkan pada persoalan perparkiran.
“jika ditanya persentase kesiapan dalam menyambut hari raya Idul Fitri itu, kita sudah menyatakan siap, hanya tinggal beberapa hal lagi yang perlu kita lakukan briefing bersama-sama, seperti menindaklanjuti persoalan parkir kendaraan selama libur lebaran idul fitri,”katanya.
Ia menjelaskan terdapat tiga kategori perparkiran di Kota Bukittinggi yang diterapkan selama libur lebaran tahun ini. Pertama, lokasi parkir yang memang dikelola penuh oleh Pemerintah Kota Bukittinggi, menjadi parkir resmi dikarenakan terdapat tarif dan petugas parkir yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.
Kemudian, pemerintah daerah menyiapkan lahan parkir cadangan dengan menjadikan halaman perkantoran pemerintah atau gedung atau kantor milik pemerintah daerah untuk ditempati kendaraan pengunjung, jika tempat atau gedung parkir resmi milik pemerintah sudah penuh kapasitasnya.
Ia menegaskan pemilik kendaraan tidak wajib membayar uang parkir di kantong parkir cadangan tersebut, walaupun pemerintah daerah telah menugaskan juru parkir yang ditunjuk di sana untuk mengatur kelancaran masuk dan keluarnya kendaraan. Akan tetapi, jika pemilik kendaraan ingin memberikan uang kepada petugas di sana , hal demikian bersifat sukarela.
“Kami menyiapkan 3 kategori parkir di Kota Bukittinggi selama libur lebaran nanti. Pertama, parkir yang dikelola oleh pemerintah daerah, perparkiran di titik ini jarang dan hampir tidak ada komplain, karena tarif dan petugasnya resmi. Selanjutnya, lahan parkir yang kita siapkan ketika ada libur lebaran, biasanya kita buka seluruh kantor pemerintahan atau kantor-kantor yang di bawah pemerintah daerah. Halaman perkantoran itu kita jadikan lahan parkir bagi pengunjung yang datang ke Kota Bukittinggi. Disaat libur lebaran itu, titik ini menjadi parkir resmi dan tidak berbayar, Cuma ada di sana pemuda yang kami libatkan untuk mengatur mobil yang masuk untuk parkir,”ucapnya.
“Kalau ada pengunjung yang memberikan uang parkir, itu silahkan sukarela saja. Kalau tidak ada yang kasih uang, ya nggak apa-apa,”sebutnya.
Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyikapi kondisi arus lalu lintas di dalam kota ketika libur lebaran nanti yang dihadapkan dengan kemacetan dan lahan parkir, pemilik smartphone dapat mengklik di google tentang info kantong parkir yang tersedia di sekitar tujuannya.
“Pencermatan yang ketiga adalah dikarenakan pada lebaran idul fitri tahun lalu ada 340 ribu sampai 400 ribu orang yang berkunjung ke Kota Bukittinggi. Kalau kendaraannya 6.000 sampai 10.000 unit yang masuk ke Kota Bukittinggi tiap hari ketika libur lebaran. Kendaraan itu merupakan tujuan Kota Bukittinggi dan mencari seluruh tempat di daerah ini. Kami sudah info dan sudah kasih di klik google, sehingga bisa di klik di google kantong-kantong parkir itu. Kalau kantong parkir itu penuh, maka mereka mencari titik parkir yang ada disekitar daerah tujuannya,”jelasnya.
Erman Safar menambahkan biasanya di lapangan terdapat space yang kosong yang dimanfaatkan oleh para pemuda untuk dijadikan sebagai titik parkir, selama ini sebelum momentum libur lebaran fenomena itu terjadi, namun titik parkir yang dikelola pemuda itu adalah parkir tidak resmi. Pemerintah Kota Bukittinggi minta agar pemuda yang mengelola parkiran tersebut tetap merujuk aturan yang berlaku, seperti tarif yang dipungut, dan pengaturan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Nah, biasanya itu spase yang kosong itu ada di titik-titik yang dikelola tidak resmi oleh Pemko Bukittinggi, tapi dikelola oleh pemuda dan sudah diberikan pengarahan oleh pemerintah daerah. Sebelum masuk libur cuti bersama lebaran ini, kita akan panggil para pemuda yang selama ini mengelola kantong parkir yang tidak resmi,”ungkapnya.(A/M)





