PALEMBANG -Newshanter.com.. Gereja Santo Zakaria di Dusun II Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTD).Menangapi hal tersebut Gebernur Sumsel, Alex Noerdin mengadakan jumpa pers di Griya Agung, Kamis (8/3/2018).
Ia pun mengatakan, bahwa kejadian ini murni kriminal tidak ada unsur sara.Di daerah tersebut sejak tahun 1985 rukun dan damai.Kapel tersebut didirikan sejak tahun 2000 dan direhab tahun 2017. Untuk kapasitasnya 60 orang.”Sering saya katakan kita zero konflik. Nah ini ada yang mau coba-coba.
Kita belum tahu ada unsur apa dan siapa yang dibalik semua ini.Saat ini masih dalam penyelidikan, nantinya akan terungkap,” ujarnya.
Minta Masyarakat Tenang
Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (8/3/2018), dalam acara silaturahmi dengan forum pemuda NKRI dan forum pemuda kerukunan umat beragama Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (8/3/2018)
Kapolda belum mengetahui motif perusakan itu, Apakah ini sengaja diciptakan atau ada motif lain.”Tiba-tiba. Diujung sana, pelosok sana, ada orang naik motor. Merusak,Diduga Dirusak Orang Tak Dikenal” kata Kapolda. Kapolda Minta Warga Tenang dan Percayakan Kasus Perusakan Kapel Pada Polisi
Pengurasakan rumah ibadah umat kristiani yang berada di Dusun III Desa Mekarsari Kecamatan Rantau Alay Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis dini hari (8/3/2018) pukul 01.00, diduga dirusak puluhan orang tak dikenal.
Belum diketahui pelaku pengrusakan rumah ibadat yang baru direnovasi pada tahun 2017 ini.Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (8/3) pukul 10.00, sejumlah aparat Kepolisian Polres OI langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah ibadah yang dirusak sejumlah orang tak dikenal
Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad SIk MH beserta Dandim 0402/OI-OKI, Letkol Inf Seprianizar SSos nampak berada di lokasi. Sejumlah aparat Kepolisian TNI, Polri nampak berjaga-jaga di lokasi.
Tak cukup sampai disitu, satu peleton personol Brimob Polda Sumsel juga turut dikerahkan guna mengamankan hal-hal yang tak diinginkan.Kini, rumah ibadat yang berada di pemukiman penduduk tersebut, telah dipasang “Police Line”. Aparat Kepolisian melarang awak media mengambil gambar dari dalam lokasi gereja.
Tukiyan (70), warga setempat mengungkapkan, peristiwa pengrusakan diperkirakan terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00.”Sempat terdengar seperti suara pecahan kaca dan bangku yang dirusak,” kata nenek Tukiyah yang terlihat nampak takut dan “shock” atas insiden.
Ia menambahkan, saat kejadian bersama putranya dirinya langsung keluar rumah dan bersembunyi dibelakang rumah.”Takut pak, saya lihat banyak orang sudah berada didalam kapel,” katanya.
Saat ini, tim identifikasi masih melakukan olah TKP.
Selain itu juga “anjing pelacak” juga dilibatkan untuk mencari jejak pelaku-pelaku pengrusakan.
Terlihat bagian-bagian dinding kusen kapel nampak rusak dijebol, kemudian, bangku-bangku yang ada didalam kapel nampak berserakkan.(sp/fil)






