Gawat! Harga Cabai Rawit Merah Meledak Tembus Rp 80.000 per Kilogram

Kayuagung (OKI), newshanter.com – Harga cabai rawit merah di Pasar Tradisional Shopping Center Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terpantau mengalami kenaikan harga secara signifikan sejak sepekan terakhir.

Menurut salah satu pedagang Pasar Kayuagung Santri (40), harga cabai naik bertahap setiap harinya. Yang mana normalnya harga cabai merah berada di kisaran Rp 20 ribu per Kg, hari ini salah satu bumbu dapur pedas itu terbang berada di angka Rp 80 ribu per Kg.

“Cabai merah biasanya Rp 20 ribu per Kg, mulai naiknya minggu-minggu terakhir harganya meledak di kisaran Rp 70 ribu per Kg hingga Rp 80 ribu per Kg. Diantara komoditi jenis cabai lainnya, cabai merah ini mengalami kenaikan paling signifikan,” katanya saat diwawancarai Newshanter.com, Senin (30/10).

Untuk harga jenis cabai lainnya, Santri menjelaskan untuk harga cabai Setan yang semula Rp 40 ribu per Kg menjadi Rp 80 ribu per Kg, lalu cabai rawit hijau biasa Rp 40 ribu per Kg naik menjadi Rp 70 ribu per Kg.

“Pokoknya (harga naik) di bulan ini, apalagi seminggu terakhir ini setiap hari naik.. naik.. naik,” imbuhnya.

Masih kata dia, untuk jenis komoditi bawang Santri mengungkapkan harga bawang merah mengalami sedikit kenaikan yakni sebelumnya Rp 15 ribu per Kg menjadi Rp 24 ribu per Kg. sementara itu, untuk bawang putih stabil di harga Rp 32 ribu per Kg.

“Untuk harga bawang masih stabil, kenaikannya tidak begitu signifikan hanya naik bekisar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu,” ujarnya.

Untuk harga sayur, kata dia, yang mengalami kenaikan hanya Buncis yang biasanya Rp 15 ribu 30 harga 15 ribu kg.

Hal senada disampaikan, Ujang (47) pedagang pasar Kayuagung, selama harga mengalami lonjakan dia mengaku sepi pembeli.

“Kalo hari senin sampai jumat pembeli sepi, biasanya yang ramai hari Kalangan,” ungkapnya.

Untuk kenaikan harga komoditi tersebut, dirinya menyebut kenaikan terjadi akibat karena musim kemarau yang tengah berlangsung.

“Lahan kering jadi petani gagal panen, sehingga harga naik karena stok juga terbatas,” bebernya.

Ditempat yang sama, Lina (34) pembeli di pasar Kayuagung mengatakan semenjak harga cabai merangkak naik, dirinya masih menggunakan cabai seperti biasanya.

“Meski cabai harganya naik, saya masih membeli cabai seperti biasa artinya tidak mengurangi konsumsi. Karena keluarga suka makan pedas, kalau tidak pedas rasanya kurang sedap,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Alamsyah melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri M Iqbal Rasyid mengatakan dirinya belum memantau terjadinya kenaikan harga komoditas cabai sejak seminggu terakhir.

“Saya belum terpantau, yang pasti kita untuk di pasar Kayuagung, biasanya menyuplai dari agen di Jakabaring Palembang, jika harga di pasar Palembang tinggi otomatis pasar Kayuagung juga mengalami kenaikan,”katanya saat dikonfirmasi via WhatsApp. (Eka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *