Disinyalir Ulah Pendamping, KSM Desa Kubu Hitu Merasa Rugi

Lampung Utara, newshanter.com – Pengurus KSM (kelompok swadaya masyarakat) Desa Kubu Hitu mengeluh, pasca diterima nya bantuan Program Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), Senin (30/10/2023).

Keluhan itu disampaikan Ketua yang diamini bendahara KSM pada bantuan saluran irigasi dari program P3-TGAI yang bersumber dana APBN melalui Aspirasi DPR. RI.

Menurut Ipan Ketua KSM yang ditemui dirumah bendahara nya, Sabtu 28/10/2023, mengatakan bantuan P3-TGAI yang dikelolanya justru menghabiskan dana pribadi milik nya sekitar Rp 10 juta, karena cara penghitungan volume oleh buk Deva dan pak Erik (pendamping), tidak seperti apa yang dikerjakan oleh nya. Karena pendamping menghitung panjang volume irigasi secara lurus, sementara yang berlekuk tidak dihitung, padahal jika lekukan irigasi itu dihitung. Tentunya volume panjang sesuai hitungan kami yang menggunakan meteran manual serta jumlah paving panjang nya sudah mencukupi. Jelas nya.

Masih kata Ipan, selain itu pula pendamping meminta KSM membuat bak semen sebanyak Dua, sedangakan didalam RAPB nya bak semen itu tidak ada. Aneh nya lagi sudah Tiga kali pihak pendamping merubah RAPB. Tetapi perubahan itu tidak diberikan pada kami KSM, hanya RAPB yang pertama saja yang diberikan.

Oleh karena itu juga selain sulit nya material seperti batu split, perubahan RAPB berdampak terjadi keterlambatan penyelesaian perkerjaan. Atas kesepakatan maka dilakukan perpanjangan waktu kontrak sebanyak Dua kali. Keluh Ketua KSM P3-TGAI Desa Kubu Hitu.

Ditempat yang sama, Jupri Bendahara KSM menuturkan awalnya dia tidak tahu jika dijadikan Bendahara dalam program P3-TGAI. Saat itu pak Kades (Kepala Desa) meminta KTP saya, tak lama pak Kades menyuruh membuka rekening, terang nya.

Kalau mengenai pengeluaran sudah sesuai peruntukan nya, tetapi kami masih nombok (menambah) pengeluaran anggaran, karena ada pembuatan bak semen. Seperti apa yang telah dijelaskan Ketua tadi, dan untuk pembuatan SPJ pihak pendamping meminta uang Rp 10 juta, sambungnya.

Lebih lanjut, Jupri menerangkan jadi kalau pak Kades lepas tangan tidak bertanggung jawab ya repot juga. Sebenarnya memang lebih baik kita temui pak kades saja. Sebab kalau argument dengan saya, pak Kades tidak berani menjawab.

Terpisah Sahroni Kades Kubu Hitu yang ditemui dikediamannya, Sabtu 28/10/2023. Meminta untuk menemui KSM jika berkaitan dengan bantuan P3-TGAI. Dirinya hanya bersipat mengetahui saja dan tidak telibat dalam program tersebut.

Memang ada kekurangan volume panjang irigasi itu, sekitar 100 meter lebih yang belum diselesaikan mereka (KSM) namun sudah saya katakan untuk melanjutkan hingga selesai. Pernah saya tanyakan pada bendahara KSM tentang catatan belanja, dia mengatakan tidak ada. Lalu bagaimana untuk SPJ nya, jika nota belanja tidak ada. Ucap Kades.

Diketahui pada tahun anggaran 2023, Desa Kubu Hitu mendapatkan bantuan program peningkatan jaringan irigasi yang bersumber dana APBN sebesar Rp 195. 000. 000., dari petunjuk pelaksanaan pekerjaan tersebut, harus secara swakelola.

Sementara informasi yang dihimpun, dari keterangan warga setempat yang tidak ingin nama nya ditulis, mengatakan pemasangan lantai paving tidak diberi pasir uruk, kalau pun ada hanya beberapa titik saja. Padahal didalam RAPB nya ada. Pekerjanya banyak dari luar desa, kata sumber.

Jika saja benar apa yang disampaikan oleh KSM P3-TGAI Desa Kubu Hitu, bila mereka telah mengeluarkan uang pribadi, yang disebabkan oleh perubahan RAPB yang disinyinyalir secara sepihak hingga Tiga kali perubahan dan tidak adanya pembuatan bak semen seperti yang diperintahkan pendamping pada KSM, sementara didalam RAPB tidak ada. Sama saja bantuan P3-TGAI tersebut tidak membantu meringankan masyarakat khususnya di Desa Kubu Hitu. Tetapi justru menambah beban bagi KSM. (Dam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *