Semarang.Newshanter.com,- -Sekar Maharani (13), siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, yang sebelumnya dikabarkan diculik lalu dibunuh, dan dikubur di Semarang ternyata ditemukan sehat di Kalimantan.
Tersangka, Slamet yang membawa korban ke Kapuas Hulu ternyata menyukai korban berinisial SM itu Dari keterangan ibu Korban, Sekar Maharani alias Rini, pelaku Slamet merupakan ayah dari teman SM.
Sementara itu dari keterangan pelaku yang berusia sekira 40 tahun itu kepada polisi, ia menjemput korban saat berangkat sekolah tanggal 6 Agustus lalu. Setelah menjemput korban, Slamet membawanya ke rumah orang tua Slamet di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Namun orang tua Slamet menolak kedatangannya karena membawa anak gadis orang lain tanpa izin. Merasa kesal, Slamet membawa SM ke Kalimantan Barat lewat jalur laut dan tinggal di tempat temannya. “Pelaku itu nekat membawa kabur korban karena suka dengan korban,” kata Kasat Reskrim Iptu Fiernando Andriansyah, Senin (14/9/2015).
“Selama di Kalimantan, mereka tinggal di rumah teman pelaku dan dia bekerja serabutan,” imbuhnya. Sementara itu Kasat Reskrim menegaskan pihaknya hingga kini masih mendalami kasus tersebut termasuk mencari tahu peran Agung, pelaku yang pertama kali ditangkap. Bahkan kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Agung yang memberikan keterangan berbeda-beda. “Kami juga lakukan visum kepada korban,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, keterangan tersangka Agung sempat menghebohkan karena ia mengaku membawa SM ke Purwodadi dan membunuhnya kemudian mengubur di dekat Waduk Jatibarang Semarang. Bahkan dari pengakuan palsu itu kepolisian dari Polres Kendal dan Polda Jateng sudah melakukan penggalian.
Ibu korban, Rini sejak awal yakin putrinya itu masih hidup terlebih lagi pengakuan Agung tidak terbukti. Benar saja SM ditemukan sehat bersamaan dengan dibekuknya Slamet oleh kepolisian Kapuas Hulu. Ayah korban, Susilo mengatakan pihaknya langsung menuju Kalimantan bersama kepolisian saat tahu putrinya selamat.
Susilo saat ini menyerahkan sepenuhnya penanganan kasu ke kepolisian. “Saya senang anak saya selamat. Yang penting sekarang sudah kembali. Saya serahkan penanganannya ke kepolisian,” tandas Susilo saat ditemui terpisah.(DTC/NHO)





