Musi banyuasin, Newshanter.Com- 4 dari 6 pelaku perampokkan terhadap touke minyak Toha (50) warga Sungai Angit Babat Toman, pada Jumat (28/3) 2014 dibekuk tim reskirm Polres Muba, di dua tempat berbeda.keempatnya Sobri (56) warga Jambi, Mariono (57) warga lampung Tengah,Syaiful bahri (38) warga Bayung Lencir dan Samsul Bahri (47) warga Sanga Desa .
Karena melawan dan hendak melarikan diri saat akan ditangkap 3 tersangka Sobri,Mariono dan Syaiful Bahri, dihadiahkan timah panas ke kedua kakinya.Diketahui latar belakang perampokkan terhadap Toha, karena Sobri tahu Toha banyak uang serta pernah kerja sama soal minyak.
Kapolres Muba AKBP M Ridwan Sik melalui Kasat Reskrim AKP N Edyanto SIK, penangkapan terhadap pelaku perampokkan dengan nama korban pada tahun 2014 ini, adalah hasil penyelidkan pihaknya,serta informasi dari masyarakat.
“pertama kita tangkap terlebih dahulu Sobri yang merupakan otak pelaku perampokan Sobri di wilayah Lampung tepatnya di kalianda pada Rabu (21/08/2015) sekitar pukul 15.00 WIB, dari situ kita menciduk Mariono juga di Lampung, karena keduanya hendak melarikan diri, kita pun menghadiahkan timah panas di kaki kiri dan kananya,” kata Edy.
Lanjutnya, setelah Sobri dan Mariono dibekuk, kita melakukan pengembangan serta mengintrograsi Sobri dan Mariono, lalu membekuk Syaiful Bahri dan Syamsul Bahri, untuk Syaiful kita bekuk Kamis (22/8) sekitar pukul 01.00 WIB ,dia sedang dipinggir jalan di kecamata Bayung Lencir, ia pun hendak melarikan diri, ia pun diberi hadiah timah panas di kaki kana dan kirinya, dan terakhir kita tangkap lagi Syamsul Bahri Jumat (23/8) sekitar pukul 19.00 WIB.” Ujar mantan Kasat Reskrim Polres OKI ini.
Tambahnya, bahwa masih ada 2 orang pelaku lagi yang masih buron yaitu Asnawi serta Baihaki, “keduanya masih dalam pengejaran, dan apabila mereka tidak menyerahkan diri, kalau tertangkap kita akan mengambil tindakkan tegas
Dijelaskan Edy, bahwa Sobri merupakan otak pelaku perampokan terhadap Toha pada bulan Februari 2014, waktu itu ia dan kawanannya dengan menggunakan senjata api, berhasil merampok uang Rp 350 juta serta emas banyak 1 kilogram, yang mana ditafsir kerugian yang diderita korban sebanyak Rp 1,7 milyar.
“emas dari hasil perampokkanya telah mereka jual ke kota Lubuk Linggau,hasil dari semua kejahatan mereka bagikan sehari setelah terjadi peremapokkan di rumah korban, bagian mereka pun bervariasi, Rp 150 –Rp 175 juta, dan uang itu mereka habiskan untuk narkoba, pesta bersama wanita dan hura-hura,” ujarnya.
Ketika tentang senjata api yang dipakai mereka untuk merampok?, Edi mengungkapakan, bahwa senjata pai mereka adalah rakitan, dan semua telah dibuang oleh Asnawi (DPO),”ya, senjata mereka rakitan, dan kita masih mencari senjatanya dikarenakan menurut keempat pelaku senjata tersebut dibuang oleh Asnawi yang saat ini belum tertangkap,” terang Edy.
Sementara Kapolres Muba AKBP M Ridwan mengatakan bahwa kawanan perampok Sobri ini diketahui telah beraksi sejak tahun 2008 lalu, dan ada 10 kasus yang ada laporannya di wilayah hukum Polres Muba.
“Kita akan tetap melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku lagi yang kini masih buron yaitu Asnawi dan Baihaki, dan saya minta untuk menyerahkan diri, kita akan sebar foto mereka kesetiap polsek-polsek yang ada di Sumatera Selatan ini, kalau mereka tidak menyerahkan diri, kita akan menindak tegas mereka,” tegas Ridwan.( Heri Chaniago).





