Jakarta.Newshanter.com Markas Besar Kepolisian RI belum dapat memastikan adanya motif asmara dalam kasus penganiayaan polisi wanita. Brigadir Dua MS melaporkan Ajun Komisaris Besar BH atas penganiayaan yang dialaminya di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta Pusat, April 2016.
Juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, menyatakan Ajun Komisaris Besar BH sudah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. “Belum bisa dipastikan ada motif asmara. Tapi yang jelas, terduga pelaku sudah diperiksa,” kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2016.
Selain itu, munculnya dugaan adanya pemerkosaan sebelum terjadi penganiayaan terhadap polwan cantik tersebut, ucap Boy, belum dapat dibuktikan. “Nanti didalami lebih lanjut oleh Divisi Propam dalam kaitan apa sehingga bisa terjadi kasus seperti ini,” ujar Boy Rafli sepertri dilansir tempo.com
Akibat peristiwa itu AKBP BH dinilai telah mendapatkan ‘getahnya’ sebelum pemeriksaan selesai dilakukan.Ia Irjen Boy Rafli menjelaskan kenaikan pangkat AKBP BH menjadi Komisaris Besar (Kombes) kemudian dibatalkan
Selain itu ia juga di-nonjob-kan di Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol).”Mutasinya sangat tidak enak. Tadinya sudah promosi Kombes, tapi tidak jadi. Jadi, sudah mutasi kemudian di-nonjob-kan.”
Sejauh ini, Boy mengaku belum mendapatkan informasi perihal kondisi fisik dan psikis Bripda MS yang pernah bertugas di Polres Bogor Kota.Boy tak menampik penganiayaan yang dilakukan AKBP B terhadap Bripda MS di sebuah hotel di Jakarta Pusat, 27 April 2016 lalu terkait hubungan di antara keduanya.
Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti juga telah menanggapi kasus ini. Badrodin memastikan pencopotan BH dari jabatannya. Menurut Badrodin, kasus tersebut sudah diproses sesuai dengan hukum. Sejumlah sanksi institusi pun sudah dijatuhkan kepada perwira menengah itu.
Adapun MS sebelumnya bertugas di bagian Paminal Kepolisian Resor Bogor Kota sebelum akhirnya dimutasi ke Mabes Polri. Polisi wanita berkulit putih dan berhidung mancung itu ditengarai mengalami luka cukup parah di bagian hidung dan mulutnya akibat penganiayaan yang dilakukan BH.(*))





