Disebut terima uang dari Lippo Group, ini penjelasan Republika

ILustrasi

Jakarta.Newshanter.com- Enam bealas Media Media disebut-sebut menerima uang suap dari Lippo Grup untuk memberikan untuk melakukan pencitraan positif terhadap Lippo dan mantan Sekretaris MA Nurhadi. Mayoritas penerima dana tersebut merupakan media cetak, terdiri atas koran dan majalah.

Dari 16 media tersebut, salah satunya adalah Republika. Media ini disebut-sebut menerima uang sebesar Rp 5 juta per berita.Pemimpin Redaksi Irfan Junaedi membantah informasi tersebut. Dia mengaku telah memberikan larangan kepada seluruh jurnalisnya untuk tidak menerima selembarpun uang suap, seperti dilansir Merdeka.

“Dalam berita yang beredar soal suap Lippo untuk beberapa media, nama Republika disebut. Secara institusi Republika tidak pernah mengizinkan seluruh awaknya untuk menerima suap dari siapa pun,” ujar Irfan dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (20/10/2016).

Atas alasan itu, Irfan meyakini pemberitaan itu tidak benar. Setelah melakukan penelusuran, tidak ditemukan pelanggaran dalam pemuatan berita pencitraan terkait kasus yang menimpa Lippo maupun Nurhadi.

“Kami meyakini sekali berita soal suap Lippo untuk Republika adalah tidak benar. Hal ini bisa diamati dalam seluruh pemberitaan Republika dalam kasus Nurhadi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalistik,” lanjutnya.

Irfan melanjutkan, Republika kini tengah menyiapkan langkah-langkah hukum untuk menjerat pihak yang menyebarkan berita tersebut. Meski begitu, dia juga mengaku akan melakukan pembenahan secara internal.

“Atas berita tersebut, kami akan memintakan klarifikasi kepada pihak yang telah menyebarkannya. Jika kemudian dalam tersebarnya berita tersebut ada unsur pelanggaran hukum, maka kami juga akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikannya. Secara internal berita tersebut juga menjadi bahan introspeksi.” pungkasnya. (merdeka)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *