Palembang. Newshanter.com, – Puluhan massa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi demo didepan kantor DPRD Provinsi sumsel,Jum’at (26/05/2017).
Dalam orasinya puluhan massa tersebut menyuarakan menuntut terkait adanya aksi represif dari pihak kepolisian terkait ditangkapnya ketua aksi KAMMI pusat tempo hari di istana negara, “Selain itu juga kami melihat secara ke indonesiaan ada standard ganda karena beberapa kali kami melihat saat beberapa kali aksi dan hukum di indonesia harus tegak dan adil jangan ada tumbang pilih.”Ujar Rizman Eko Saputra korlap aksi tersebut saat diwawancarai Newshunter.com
Ditambahkan lagi oleh rizman perihal penurunan bendera tidak ada dalam setting aksi itu hanya reflek saja, “Ketika terjadi penurunan bendera saya tidak melihat karena saya ada dibelakang mobil, ketika selesai barulah saya melihat, Tapi secara keseluruhan karena ini aksi saya yang mempromotorinya jadi saya siap bertanggung jawab sepenuhnya hari ini apapun nanti yang akan terjadi,”Pungkas mahasiswa UIN Raden Patah ini.
Senada pula dikatakan Kabag OPS Polresta Palembang Marulli Pardede, Setelah dicermat dan diteliti aksi ini pemberitahuannya tidak 3 kali 24 jam, Soal penurunan bendera oleh beberapa para aksi beliau tidak begitu mengetahui karena berdasarkan informasi pada saat kejadian beliau belum datang dilokasi.”Imbuhnya.
“Berdasarkan informasi berupa foto-foto dan para saksi juga keterangan dari kooordinator lapangan kita akan dalami terkait dengan informasi tersebut kita tindak lanjuti kalau memang ada indikasi pelanggaran yang dilakukan para aksi tersebut,” katanya saat diwawancarai awak media dilokasi.
perihal tentang pidana Marulli berkata akan segera mendalaminya dahulu, Karena kalau kita berbicara tentang pidana itu harus jelas, ” Siapa berbuat apa terhadap apa,”keterangan saksi dilapangan kita tidak bisa jadikan bukti atau patokan karena kalau sudah proses pidana itu sudah masuk yudisprusticia jadi dalam bentuk berita acara pemberitaan
kalu sekarang satuan intelkam polresta palembang akan mencoba mendalami dulu 4 orang dari beberapa puluhan aksi, terutama dari pihak koordinator lapangan (korlap) dan juru bicara (jubir) dari aksi tersebut, “Aksi pidana semua mungkin bisa terjadi tergantung dari hasil pendalaman nanti,” tutupnya. (Nata)





