Bukittinggi. Newshanter.com.Fadli (26) Pegawai Honerer dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mentawai,yang tewas di bunuh perampok dan sempat bergulat dengan perampok yang merampas kalung Ibunya di RT 02 RW 03 Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan MKS, Bukittinggi-Sumbar, Kamis (20/04/2014) lalu.

Jenazah korban telah dimakamkan Jumat (21/04/2017) di pemakaman keluarga di Pintuk Kabun Mandiangn Bukittinggi Sumbar. Sementara pelaku perampokan masih dalam penylidikan dan pencariab Polresta Bukittinggi. Dua wartawan Newshunter com, yang bertugas di Kabupten agam dan Bukittinggi Gusnia dan Deni Sri Rahaju menwawancarai adik korban bernama, Hafiza keluarga korban menceritakan
Bahwa Sebelum meninggal, beberapa keluarga dari pemuda santun nan pendiam ini mengaku berkali-kali bermimpi buruk.“Mama pernah bermimpi kehilangan sendal, tiga hari sebelum kejadian,’’ujar adik bungsu korban, Hafiza (25).
Dikatakan Hafizal tidak hanya, tantenya pun juga bermimpi jika pesta pernikahan Hafiza tanpa adanya hidangan.“Awalnya saya mengira karena semuanya sibuk mengurus pernikahan,” ujarnya.
Sementara, keterangan yang diperoleh Hafiza dari salah seorang rekan Fadli di Mentawai, menyebutkansebelum Fadli berangkat menuju Bukittinggi, dia sudah meninggalkan semacam pertanda.Rekannya heran karena Fadli membawa barang yang cukup banyak, padahal ia tak lama berada di Bukittinggi.“Fadli menjawab jika ia
bakal pulang habis (pulang selamanya)” ucapnya seperti yang ditirukan Hafiza. Semantara itu Perjuangan Fadli membela Ibunya yang disekap rampok di rumahnya di RT 02 RW 03 Kelurahan
Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Madiangin Koto Selayan, Bukittinggi-Sumbar, seperti diceritakan hafiza kepada sejumlah wartawan di Bukiktinggi pantas diacungi jempol.Pasalnya, kendati terluka parah, ia tetap berusaha menangkap perampok sadis yang diketahui berjumlah satu orang itu.
Menurut Hafiza, sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis 20 April 2017, ia bersama suami, serta Fadli dan Ibunya tengah berkumpul di dalam rumah. Sang Ibu Rosna Juwita (68) yang dikenal warga sebagai ahli urut terkenal di Bukittinggi, kemudian pamit untuk pergi ke rumah sebelah, yang hanya berjarak beberapa meter saja dan juga berfungsi sebagai tempat mengurut pasien.
“Waktu Magrib sudah dekat, Ibu mau berwudhu ke rumah sebelah, saya pun ke kamar mau sholat bareng suami,” terang Hafiza yang masih terlihat shock, Jum’at 21 April 2017.Tak lama berselang, ibunya berteriak histeris minta tolong. Kaget, Fadli yang kala itu berada paling dekat dengan lokasi Ibunya, langsung menghambur menuju rumah sebelah.
“Fadli melihat pelaku keluar dari rumah urut, tak ambil tempo, ia langsung memburu pria tak dikenal tersebut,” kenang Hafiza.
Menurut Hafiza, Fadli berhasil mengejar perampok bengis itu dan membekap perampok dari belakang. Merasa terdesak, pelaku mengeluarkan dan melayangkan pisaunya ke arah belakang, yang secara telak mengenai leher Fadli.“Cengkraman Fadli terlepas, pelaku kemudian kembali lari,” ujarnya terisak.
Fadli yang terluka berat, menolak menyerah. Dengan berlumuran darah, ia mengamuk bak banteng terluka.Pelaku yang melanjutkan pelariannya menju mobilnya yang terparkir di pinggir Jalan, kembali diuber oleh Fadli. Anak keenam dari tujuh bersaudara ini, sekali lagi berhasil menyergap pelaku .
Namun, satu tebasan keji ke tangan Fadli, membuat nadinya sobek dan akhirnya, pemuda pemberani ini tersungkur berlumuran darah dan akhirnya meninggal sekitar 25 hingga 30 meter dari lokasi awal pengejaran.
“Saya berharap pelaku ditangkap secepatnya dan diberi hukuman setimpal,’’ harap Hafiza yang juga diaminioleh kakak keempatnya Ilham. Saat ini, pelaku yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahunan yang kabur menggunakan sebuah mobil minibus itu, tengah diburu aparat keamanan Bukittinggi. Bahkan rencana Fadli,rencana berada di Bukittinggi sejak Jum’at 14 April 2017. Ia pulang ke Bukittinggi dari Mentawai dalam rangka menghadiri pernikahan adiknya Hafiza. Direncanakan, Minggu 23 April 2017, Fadli akan bertolak kembali berkerja ke Mentawai.(*)






