Cemburu Buta membuat Sang Dosen Menghabisi nyawa Istri

tersangka mul

SAROLANGUN. Newshanter.com. – Diduga karena cemburu, oknum Dosen Ilmu Hukum Internasional (HI) Universitas Andalas Padang, DR Imul Khaer, diduga telah menghabisi nyawa istrinya Dwi Yulistika (37), yang juga pegawai bank BRI.

Korban, kata Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan melalui Kapolsek Pelawan Singkut AKP M Buhairi, pertama kali ditemukan pihak SPBU Simpang Pelawan karena sebelumnya petugas SPBU menaruh curiga.

Karena katanya, Katana Nopol BA 1320 AT yang dikendarai pelaku dan korban terparkir lama dan berulang kali mondar-mandir di SPBU.

“Petugas curiga ngapa Katana itu bolak-balik dan terparkir lama sejak sore Minggu (06/04/2015) lalu,” ujarnya, Senin (07/04/2015).

Karena hingga Senin (07/04/2015) kemarin, kendaraan itu masih terparkir, maka petugas SPBU langsung memaksa membuka kendaraan itu, dan ternyata ditemukan sesosok mayat tergeletak di kursi depan sebelah kiri.

“Petugas lapor ke kita. Kita dapati informasi itu langsung bergerak ke lokasi dan mendapati kendaraan milik korban memang terparkir di SPBU itulah, tak jauh dari WC SPBU,” katanya.

“Dan di kendaraan itu pun di dalamnya ada mayat dan kita langsung bergerak,” tambahnya.
Di hadapan petugas pelaku mengaku, dirinya membunuh Pegawai BRI Kota Padang itu karena merasa cemburu akibat istrinya sering pulang malam. Sehingga ia menduga bila ibu dua anak itu punya Pria Idaman Lain (PIL).

sering pulang malam

pengakuan tersangka kepada polisi seperti dikutip tribune jambi, “Ya, saya tiba di Sarolangun, berhenti beli bekal roti, air mineral dan dua botol racun nyamuk, serta beli dua liter minyak bensin saya masukkan ke botol aqua,” ujarnya.

Dengan bensin dan racun nyamuk 600 liter itu, ia akan mengahiri hidupnya. Setelah pusing dan timbul mual-mual, sehingga pelaku dan jenazah istrinya berhenti di SPBU.

“Berulang kali saya keluar masuk WC SPBU karena mual dan pusing pusing. Saya pun tak sanggup melanjutkan perjalananya, maka terparkir sampai siang di SPBU.
menurut MUl Sebelum membunuh ia sempat cekcok, sehingga ia naik pitam kemudian menghujamkan sebila badik tajam di bagian bawah rusuk istrinya.

“Saya curiga istri sering pulang malam, ya bisa saja dia punya selingkuhan. Ya, saya sempat cekcok mulut dengan dia,” ujar pelaku.

Sebelum menghabisi nyawa istri seperti telah direncanakan pelaku, pelaku telah menitipkan anaknya ke rumah neneknya.

Keterangan pelaku, usai membunuh pelaku panik mau diapakan mayat korban. “Saya panik maka saya masukan istri saya ke mobil. Saya bingung mau di bawa kemana mayat istri saya dan saya pun ingin mati juga,” katanya lagi.

Termasuk lantaran panik ia membuang semua indentias miliknya di seputaran Damasraya. Setelah itu melanjutkan perjalanan hingga tanpa tujuan ke arah Sarolangun.(Tribun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *