Palembang, newshanter.com – Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) dimana pergerakan kalau saya lihat dari jalan tol saja, pergerakannya sudah ada, artinya pasti kita mempersiapkan bagaimana keluar tol exit nya seperti apa, apakah ada hambatan di pembayarannya, tiketnya, itu sudah di antisipasi oleh operator, demikian dijelaskan oleh Kepala BPTD Wilayah VII Sumsel dan Babel Denny Michels Adlan.
Dikatakan Kepala BPTD Wilayah VII Sumsel dan Babel Denny Michels Adlan, terkait dengan untuk pelabuhan memang kalau di pelabuhan ini dominannya adalah di Tanjung Api-Api (TAA) dan Tanjung Kelian di Bangka.
Kalau mudik itu lebih banyak menerima TAA daripada di Tanjung Kelian begitu juga nanti pada saat arus baliknya, antisipasinya bagaimana.
“Kami sudah meminta kepada operator yang pertama untuk Buper Zone, jadi Buper Zone itu kalau antriannya sudah panjang sekali, mereka diendapkan dahulu diparkir, itu namanya Buper Zone,” ujarnya.
Kemudian, dimana itu ada 2 area, pertama adalah kepastian mereka mengantri sesuai dengan antriannya dia. Jangan sampai mereka menyiksa diri untuk antri di mobil tetap, terus tidak tahu antriannya dapat apa tidak, itu yang sudah diantisipasi.
Dari sisi operasional kapalnya, kami sudah meminta kepada pemilik kapal atau operator untuk melakukan port timenya lebih cepat, loading dan A Loading nya kalau bisa 1 jam yang biasanya itu dilakukan 1,5 jam.
“Kebetulan memang sudah kita coba, dan itu berhasil, jadi memang manajemennya saja, kebetulan memang pada saat angkutan lebaran ini, angkutan barangnya juga mulai sedikit, jadi keluarnya juga lebih cepat,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, antisipasi juga kita mitigasinya kalau memang antriannya cukup panjang, kalau di TAA sedikit sulit fasilitasnya, mau toilet portabel. Dimana sudah disampaikan oleh Kepala Dinas akan dipersiapkan toilet portabel.
Bukan hanya itu saja, mungkin untuk sarana misalnya untuk sholatnya, makan dan minumnya setidaknya fasilitas itu ada disana.
“Kalau saya lihat kan mungkin dari 16 Ilir itu pastinya pertama jauh-jauh hari kita sudah mempersiapkan terkait dengan keselamatan, apakah kapal itu sudah layak atau tidak,” katanya.
Masih dilanjutkannya, sementara sampai saat ini tidak ada kendala, dan bisa diantisipasi. Dimana saya juga sudah melihat untuk sungai di Tulung Selapan dari Ogan Komering Ilir (OKI) cukup jauh juga, ternyata itu kita lihat banyak juga.
Kita juga menghimbau karena jangan menganggap ini hal biasa, kita tidak tahu penumpang yang euforianya lebaran, baru satu atau dua kali naik kapal misalnya dia wisata misalnya dari Ampera dia naik itu satu keluarga satu kapal.
“Ternyata dia ingin foto selfie satu sisi, ternyata oleng atau miring, itu yang perlu harus kita edukasi, baik itu nakhoda pun juga harus membantu kita untuk mengawasi, bahwa penumpang itu harus tertib saat mereka berada didalam kapal,” imbuhnya.
Masih disampaikannya, selain itu juga kita sudah survey jalur Palembang Jambi yaitu lintas Betung, jadi memang ada beberapa titik mulai Stasiun Pengisian Bakar Bakar Umum (SPBU) Kilometer 16, Simpang Y yang mana itu merupakan Battle Net.
Dimana saya juga sudah berbicara dengan Kepala Kepolisian Daerah Sumsel dan Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, jadi memang perlu ada antisipasi jangan sampai battle net itu terjadi, mungkin akan tidak dilakukan normalisasi jalan.
“Jadi memang orang antri dari awal ya dua-dua, jangan sampai nanti serobot-serobotan. Dimana tadi disampaikan untuk yang di Simpang Pertigaan Gandus, itu nanti bila mana diperlukan pengalihan arus untuk kendaraan kecil, bisa melalui disana,” bebeynya.(ton)





