Palembang -Newshanter.com,Suasana haru ketika proses penyerahan bayi yang dijual ibu kandungnya ke pihak keluarga. Penyerahan bayi dilakukan Kanit PPA Polresta Palembang Ipda Henny Kristianingsih ke pihak keluarga.
“Pak, ini saya serahkan bayinya pada pihak keluarga dalam keadaan sehat. Saya harap bayi ini dapat diurus dengan baik oleh bapak selaku orang tuanya,” kata Ipda Henny saat menyerahkan bayi tersebut, Sabtu (20/1/2018) kepada wartawan.
Bayi perempuan berusia 3 bulan ini diserahkan langsung kepada ayahnya, Junaidi (44) di rumahnya Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I kota Palembang. Junaidi langsung mencium putri kelimanya in dan disasikan puluhan tetangga,
Pihak keluarga merasa bersyukur atas keberhasilan polisi menemukan bayi yang dijual tersebut. Keluarga juga berharap ibu kandung bayi segera dibebaskan.
Bayi yang dijual Rp 20 juta ini ditemukan di wilayah Serang, Banten. Saat ditemukan, kondisi bayi dirawat dengan baik oleh pembelinya.
“Bayi ini kita temukan di daerah Serang, Banten beberapa waktu lalu, kondisinya sehat dan anaknya memang ceria. Selama perjalanan pulang juga tidak ada nangis, tapi sekarang agak terlihat lelah mungkin karena perjalanan pakai pesawat saja,” sambung Henny.
Dari hasil pemeriksaan sementara ibu kandung bayi, Fatima alias Yanti (41) polisi memastikan uang digunakan untuk foya-foya dan pesta narkoba. Hal ini berdasarkan bukti-bukti yang didapat polisi dari struk belanja dan saksi-saksi tempat Fatima menginap usai menjual putrinya.
“Kalau dari bukti-bukti struk belanja yang kita dapat dan keterangan saksi-saksi memang masuk akal uang Rp 20 juta itu habis selama 1 bulan. Kita juga menemukan bukti adanya uang yang digunakan untuk beli sabu dan pesta bersama teman-temannya dan saat dilakukan tes urine juga positif pemakai,” katanya.
Pasrah istri ditetapkan sebagai tersangka
Junaidi (44), suami pasrah istrinya ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus penjualan bayi kandung mereka. Junaidi tak tahu istrinya sudah menjual bayinya.
“Ya kalau sudah begini, saya pasrah. Tapi saya memang tidak tahu kalau istri saya pemakai sabu. Aktivitas sehari-hari juga tidak ada yang mencurigakan,” kata Junaidi saat ditemui wartawan di rumahnya, Jalan Ali Gatmir, Palembang.
Junaidi menyebut istrinya hanya pernah pamit untuk menitipkan bayi kepada pihak keluarga di Serang Banten setelah sempat menghilang 1 bulan.
“Nggak ada dia bilang dijual, dia bilang hanya dititipkan tempat saudara dan saya tahu saudara dia memang banyak. Saya juga kaget pas polisi bilang istri saya yang jual,” sambungnya.
Dia juga membantah kebutuhan ekonomi menjadi alasan istrinya menjual bayinya. Sebab selama belasan tahun menikah, pasangan ini mengaku tidak pernah mempersoalkan penghasilan untuk menghidupi keluarga.
Junaidi mengaku masih bisa menghidupi keluarga meski bekerja sebagai juru parkir dengan penghasilan Rp 70 ribu per hari. (BB/NHO)





