APDN/STPDN/IPDN Dengan Praja IPDN Gelar Silaturahmi, Ini Disampaikan Gubernur Sumsel

Palembang, newshanter.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Purna Praja Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan Praja IPDN bertempat di griya agung Palembang, Selasa (4/1/2022).

Dikatakan H Herman Deru, acara pada pagi ini bahwa kita membaur menjadi bagian dari tugas keseharian kita baik secara individu, maupun Purna Praja atau pun Praja.

Saya melihat sejak zaman Belanda yang ditayangkan dalam video, mulai dibentuknya pendidikan seperti Pamong.

“Dimama pendidikan formal perlu untuk mendidik siswa, mulai sekolah menengah sampai akademinya, bahkan sampai ke Sarjana Terapan, ini membutuhkan bahwa Negara butuh pamong yang terdidik,”ujarnya.

Kemudian, tetapi terdidik ini ada juga beberapa item, ada terdidik dalam pendidikan formal seperti kalian, ada pendidikan alam atau non alam. Bisa karena kondisi, bisa karena mengeyam pendidikan yang berbeda.

“Tapi kembali lagi mungkin perlu diuji dilapangan, bahwa citra Praja, Purna PrajaIPDN ini adalah citra yang sangat cemerlang, citra Insan Indonesia terdidik baik wanita ataupun pria,” ungkapnya.

Masih menurutnya, ketika terjun kelapangan dia akan menjadi pelayan masyarakat, menjadi pamong yang dapat mengayomi masyarakat dengan bekal ilmunya.

Maka untuk itu, siapkan diri, mempersiapkan secara matang untuk sadar, bahwa dilapangan yang mereka temui tidak sama apa yang kita pelajari.

“Dimana ada keanekaragaman masyarakat yang kita layani, dengan ilmu yang kita didapat belumlah memenuhi, maka nanti ketika dilapangan harus terus beradaptasi,” katanya.

Masih dilanjutkannya, beradaptasi dengan kondisi alam, beradaptasi dengan kondisi masyarakat yang kita layanan itu sendiri, belum lagi dengan persoalan yang baru, ketika kita ditugaskan dengan job desk yang tidak sama dengan apa yang kita pelajari selama ini.

Karena pemilihan kepegawaian baik didaerah, kabupaten/kota, maupun provinsi, dan Kementerian itu menimbang.

“Kadang faktor latar pendidikan tidak menjadi yang pertama, tapi tetap akan dinilai adalah personalitinya,” bebernya.

Masih disampaikannya, bahwa karakterlah yang akan menentukan karier kalian semua, karakter yang penting. Tidak guna kita embel-embel dengan titel yang panjang, apapun latar belakang pendidikannya, tapi persoalan intitude kita tidak baik.

“Apa bekal kita untuk memperbaiki itu yang pasti pertamanya adalah akhlak, akhlak kita bentuk, berilmu agama dan pendidikan dilingkungan alam yakni orang tua. Bahwa karakterlah yang akan menentukan langkah kita,” jelasnya.

Ditambahkannya, kita akan membangun sinergitas yang semakin solid, dengan bebekal ilmu yang tidak diragukan lagi ilmu ke pamong-pamongan untuk diterapkan dilapangan, namun tetap disesuaikan dengan culture dari masyarakat kita.

“Karena masyarakat yang heterogen cukup layanan yang prima, jadi jangan kita berharap masyarakat yang menyesuaikan pada kita, tapi kita yang menyesuaikan kepada berlaku,” tegasnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *