Blitar, newshanter.com – Warga Talun, Blitar ini tengah menjalani masa pemulihan pasca operasi tumor, di tengah keterbatasan ekonomi yang kian menghimpit.
Di balik raut wajah yang berusaha tegar, tersimpan kisah haru seorang ibu bernama Dwilda Septiani (51). Warga Desa Talun, Kabupaten Blitar ini tengah berjuang melawan penyakit tumor yang sempat mengancam kesehatan dan aktivitas hariannya.
Rasa sakit yang perlahan datang dan semakin memburuk membuat Dwilda harus menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil diagnosis dari fasilitas kesehatan, ia mengalami tumor jaringan lunak (benign neoplasm) yang memerlukan penanganan serius oleh tenaga medis.
Dengan penuh harapan, Dwilda akhirnya menjalani operasi pengangkatan tumor pada 7 Juli 2026. Tindakan tersebut menjadi titik awal perjuangannya menuju kesembuhan. Berdasarkan hasil medis, tumor yang diangkat diketahui merupakan lipoma (tumor lemak) yang tidak bersifat ganas, namun tetap berisiko apabila tidak ditangani sejak dini.
Operasi berjalan lancar, dan saat ini kondisi Dwilda dilaporkan mulai membaik. Namun, masa pemulihan yang harus dijalani bukanlah hal yang mudah. Ia masih membutuhkan kontrol rutin, perawatan luka, serta pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Tidak hanya itu, Dwilda juga memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi) yang memperberat proses pemulihan. Ia harus menjaga pola makan, menjalani diet tinggi protein dan rendah garam, serta membatasi aktivitas fisik agar kondisinya tetap stabil.
Perjuangan Belum Usai, Keterbatasan Ekonomi MenghimpitDi tengah kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih, Dwilda dan keluarga harus menghadapi kenyataan pahit lainnya keterbatasan ekonomi.
Meski telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tidak semua kebutuhan pengobatan dapat tercover. Biaya transportasi ke rumah sakit, kebutuhan pendamping, konsumsi selama perawatan, hingga biaya pemulihan pasca operasi menjadi beban yang cukup berat bagi keluarga.
Setiap langkah menuju kesembuhan kini terasa semakin berat tanpa dukungan yang memadai.Harapan dari Kepedulian SesamaKisah Dwilda Septiani menjadi cermin nyata bahwa di luar sana masih banyak masyarakat yang berjuang melawan penyakit di tengah keterbatasan.
Di titik inilah, kepedulian dan solidaritas dari sesama sangat dibutuhkan.Melalui pemberitaan ini, keluarga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, instansi terkait, komunitas sosial, maupun para dermawan untuk turut membantu meringankan beban yang dihadapi.
Bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi harapan besar bagi Dwilda untuk melanjutkan pengobatan dan mempercepat proses pemulihannya..
Mohon Doa dan Bantuan Bagi masyarakat yang tergerak untuk membantu dan berbagi kebaikan, dapat menghubungi keluarga Dwilda melalui:📞 0856-5081-5324 Nomor Rekening Bank BRI 574501008818537Atas Nama Dwilda Septiani Di balik setiap perjuangan melawan penyakit, selalu ada harapan yang ingin dipertahankan.
Dwilda Septiani kini menggantungkan harapannya pada kepedulian kita semua. Karena sejatinya, satu uluran tangan dapat menjadi penyambung hidup dan semangat bagi mereka yang sedang berjuang. (*)





