ABG Shok Berat Diperkosa Tetangga Usai Diajak Makan Bakso

ilutrasi

BATURAJA –Newshanter.com,- Aksi bejad FE (30) yang telah merenggut kehormatan Bunga (15) ( nama samaran red) warga Desa Pucuk Matang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan membuat korban shok berat.
Bunga, ABG yang baru menyelesaikan pendidikan di tingkat SLTP ini mengaku, sebelum beraksi FE yang merupakan tetangganya sendiri, pada Selasa (25/08/2015) yang lalu mengajak makan bakso di sebuah warung di desanya. Tanpa rasa curiga korban pun menurutinya.

“Sekitar jam 12.00 wib, selesai makan bakso, aku di ajak naik motor, tiba di dalam hutan dia memaksa melakukan hubungan” cerita Bunga yang didampingi Ibu kandungnya Kasmawati (35) di kediamannya pada Jum’at (28/08/2015)kepada wartawan.

Lantaran sudah mengenal korban, karena masih tetangganya dan bahkan masih memiliki hubungan tali persaudaraan dengan salah satu pihak kerabat orang tuanya, korban mengaku tidak merasa curiga dan tentu saja tidak menolak ajakan makan bakso dari pelaku yang diketahui telah memiliki istri bahkan telah menikah dua kali tersebut.

Usai memperkosa dirinya, menurut Bunga yang mengaku terpaksa belum melanjutkan sekolah ketingkat SLTA ini, pelaku langsung menyuruh dirinya segera menggunakan kembali celana rok pendek yang ia kenakan, meskipun terdapat bercak darah keperawananya yang membahasi celana dalamnya saat pelaku dengan buas memperkosanya.

“Dia langsung nyuruh aku makai celana terus ngajak aku pulang ke rumah, sambil mengancam jangan menceritakan apa yang dia lakukan dengan aku,” ungkap Bunga yang terlihat masih shok akibat kejadian yang ia alami ini.

Sementara, itu ibu korban Kasmawati mengaku, mengetahui kalau anak gadisnya telah diperkosa pelaku dari pengakuan korban yang menangis tersedu-sedu, saat pulang ke rumah usai diajak makan bakso oleh pelaku.Saat mengetahui korban telah diperkosa pelaku, dia lantas melaporkan kejadian tersebut kepada adik laki-lakinya lantaran suaminya alias ayah korban diketahui sudah meninggal dunia.

“Kami sempat melaporkan kejadian ini kepihak keluarga pelaku. Namun mereka justru terkesan membela pelaku, memang pelaku ini memang masih ada hubungan keluarga dengan pihak kepala desa,” kata ibu korban didampingi seorang pria yang diketahui paman korban dari adik kandung ibu korban.

Menurut ibu korban, pihaknya berharap agar polisi dapat segera menangkap pelaku dan segera mengadili pelaku atas perbuatan yang telah dilakukannya terhadap anak kandungnya ini.“Kami sudah melaporkan ini ke Polsek Ulu Ogan, tapi kata petugas disana, kami diminta langsung melaporkan ke Polres,” tambah ibu korban.

Kapolres OKU, AKBP Dover SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Rivanda SIk saat dikonformasi soal ini, mengatakan kalau pihaknya telah menerima laporan yang disampaikan oleh korban.

Menurut Rivanda, pihaknya telah meminta korban untuk melakukan visum et revertum guna keperluan penyidikan atas kasus dugaan pencabulan ini.“Kami sudah menerima laporan korban, saat ini kasus ini sedang ditangani pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), untuk selanjutnya akan segera kita proses,” jelasnya. (SD/NHO).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *