Kisah Perjalanan Anak Muda Tukang Cukur Rambut Asal Sumbar dengan BMW X3″

Jakarta– Newshanter.com Perjalanan 3,168 kilometer menelusuri Barber Culture di Indonesia, Chief BarberVoyage 2018, on a mission discovering the origin di pulau Sumatera dimulai dari kota Medan, Padang, Jambi, Palembang hingga Lampung yang menempuh jarak 1,700 kilometer dengan menggunakan All-New BMW X3.

Perjalanan menelusuri root culture barbershop di pulau Suwarnadwipa ini mengungkap fakta sejarah barber culture yang sangat menarik. Saat berada di Medan, tim Chief Barber Voyage 2018 berkunjung ke JK Barbershop, salah satu barbershop modern yang sangat berkembang di kota Medan, tanpa sengaja bertemu 2 orang bersaudara, Indra dan Boy yang merupakan generasi kedua pemangkas rambut di Medan anak dari Syahrial Efendi.

Marketing Director Chief Company Oky Andries mengisahkan, mendapatkan kesempatan yang luar biasa ketika kami berhasil bertemu dengan seorang pensiunan seniman potong rambut di Medan, bapak Syahrial Efendi (70 tahun).

“Sebelum berprofesi sebagai seorang seniman cukur, beliau bekerja sebagai seorang penjahit. Namun karena kebutuhan dan desakan ekonomi ia memberanikan diri belajar otodidak memotong rambut dengan berkeliling sambil membawa alat cukurnya berupa clipper manual atau biasa disebut Ketam dari kampung ke kampung di daerah Sumatra barat, hingga akhirnya tiba sebuah pangkas rambut di kota medan dan kemudian memberanikan diri untuk melamar bekerja di barbershop tersebut. Hingga saat ini, 2 dari 3 orang anak laki-lakinya melanjutkan profesi sang ayah, menjadi seniman cukur di JK Barbershop” ungkapnya.

Perjalanan Chief Barber Voyage 2018 berlanjut menyusuri jalur lintas barat Sumatera sejauh 675 kilometer yang menantang dan panjang. All-New BMW X3 memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketangguhan bagi tim Chief Barber Voyage 2018 menuju kota penghasil tukang cukur di Bukit Tinggi untuk bertemu barber asli Bukit Tinggi sekaligus pemilik Kroonz Barbershop,Fedli.

 

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa kurangnya jumlah SDM seniman cukur di Bukit Tinggi menjadikan tantangan tersendiri bagi pemilik barbershop. Hal ini menarik justru karena sebagian besar seniman cukur asal Sumatra Barat pergi merantau yang merupakan suatu tradisi yang sudah mengakar bagi laki-laki di daerah tersebut.

Terkait dengan misi mencari root culture barbershop di pulau Sumatera, tim chief menuju kota Maninjau yang juga merupakan kota yang banyak memiliki seniman cukur. Tim bertemu dengan salah satu sesepuh seniman cukur, Pak Masdi yang hingga saat ini masih aktif mencukur rambut pelanggan di kios cukur rambutnya yang berada di tepi danau Maninjau sambil sekaligus menjadi Imam Masjid dekat kiosnya.

Fatsi Hakim selaku Director Chief company menceritakan, “Awalnya pak Masdi belajar  mencukur rambut secara otodidak dan beliau merupakan generasi perantau ke 2 di keluarganya yang bekerja sebagai tukang cukur. Setiap harinya pak Masdi bisa mencukur hingga 5 orang pelanggan, namun saat lebaran pelanggan yang datang bisa mencapai 15 orang setiap hari.

Ditengah kesibukan sebagai seniman cukur, beliau masih menyempatkan diri menjadi Imam Masjid hingga suatu waktu medio tahun 2001 beliau diajak berhaji bersama salah satu Menteri Sosial asal Maninjau.”

Perjalanan tim Chief Barber Voyage 2018 X All-New BMW X3 tidak berhenti disitu saja. Tim melanjutkan penelusurannya ke kota-kota lain di Sumatera, seperti Pekanbaru, Jambi,Palembang hingga Lampung sejauh 1,200-kilometer melewati jalur tengah sumatera.

Melihat perkembangan barbershop di pulau Suwarnadwipa menggelitik tim untuk berhenti sejenak di Barber Kito kota Palembang milik Felix. Kesempatan tersebut digunakan selainuntuk bertemu pemilik dan pelaku bisnis barber namun juga berbagi pengalaman, dan perkembangan barber di Indonesia dan dunia secara luas.;

Perjalanan Chief Barber Voyage 2018 X All-New BMW X3 menemukan root barber culture di Sumatera berakhir di kota Lampung menemukan beragam cerita dan sejarah dari pesatnya perkembangan barbershop tradisional dan modern di Sumatera.

“Penelusuran ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa dalam menemukan root barber culture di pulau Suwarnadwipa, dapat kami simpulkan bahwa munculnya seniman cukur di kota-kota yang kami datangi bermula dari misi untuk penghidupan yang lebih baik dengan cara belajar secara otodidak dan merantau dari daerah asal masing-masing. Umumnya, ilmu seni mencukur diturunkan kepada anak cucu yang tertarik menjadi seniman cukur,” ungkap Oky.

Kesuksesan Chief Barber Voyage 2018 menelusuri akar budaya dan memetakan perkembangan barbershop modern di pulau Sumatera sejauh lebih dari 2,000 kilometer didukung kecanggihan All-new BMW X3 hadir dengan kombinasi terbaik antara kemampuan on-road dan off-road.

 

“Kami sangat beruntung selama perjalanan 8 hari sepanjang pulau Sumatera, tim ditemani All-New BMW X3 yang telah dilengkapi dengan teknologi terdepan, seperti all-wheel drive

cerdas BMW xDrive, kabin lapang dan materi berkualitas tinggi yang ada pada all-new BMW X3 memastikan team Chief Company untuk tetap fit selama dalam perjalanan, sehingga tim akanterus siap menghadapi jalur menantang lain di perjalanan Jawa-Bali berikutnya,” Tutup.(rel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *