Pemkab Muba dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi demi Jaga Status UHC Prioritas

Pemkab Muba dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi demi Jaga Status UHC Prioritas

Musi Banyuasin, newahantee.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempertegas komitmennya dalam mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas melalui penguatan koordinasi rutin dengan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan setiap bulan. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga mencapai target nasional sebesar 80 persen.

​Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah III dengan Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kamis (30/7).

Tantangan Cakupan dan Keaktifan Peserta

​Dalam pemaparannya, data kepesertaan JKN di Muba menunjukkan tren fluktuatif. Setelah sempat mencapai puncak cakupan di angka 98,57 persen pada Maret 2026, persentase tersebut turun tipis ke kisaran 97,57–97,58 persen pada Juni hingga Juli 2026. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didanai APBN.

​Tantangan yang lebih mendesak saat ini adalah tingkat keaktifan peserta. Saat ini, tingkat keaktifan peserta JKN di Muba berada di angka 73,95 persen, masih di bawah target nasional 80 persen. Padahal, angka tersebut sempat menyentuh 78,26 persen sebelum akhirnya melandai kembali di kisaran 74 persen.

Strategi Kolaboratif: Pemadanan Data Berkala

​Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda, menekankan bahwa status UHC Prioritas tidak cukup hanya dari jumlah cakupan, tetapi harus dibarengi dengan kualitas keaktifan peserta.

​”Kami mengharapkan dukungan Pemkab Muba untuk memperkuat validasi data, mendorong peserta mandiri (PBPU) agar tetap rutin membayar iuran, dan memastikan masyarakat yang layak menerima bantuan segera terdaftar,” jelas Anurman. Ia menambahkan bahwa pemadanan data secara berkala menjadi kunci agar kebijakan kesehatan tepat sasaran.

​Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, menyatakan kesiapannya untuk menjadikan koordinasi lintas sektor sebagai agenda rutin.

​”Kami akan memperkuat kolaborasi melalui pemadanan data kepesertaan setiap bulan. Langkah ini penting agar perubahan data penduduk segera terakomodasi dan peserta yang tidak aktif dapat segera diidentifikasi untuk didorong kembali aktif. Kami optimistis target 80 persen dapat tercapai,” tegas Abdur Rohman.

​Sinergi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Musi Banyuasin tanpa terhambat kendala administrasi. (Asiawati/rils)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *