Joko menilai, sudah bukan saatnya lagi memilih wakil walikota dari kelompok tertentu. “Palembang sudah jadi kota metropolis. Jadi, pola pikir lama harus ditinggalkan, seiring dengan zaman yang berubah,” alasannya.
“Siapa pun yang punya kapasitas, ya, harus diprioritaskan. Wakil walikota juga bisa dipilih dari berbagai etnis. Kalau memang dari Palembang kurang mampu mengimbangi Harnojoyo, tidak perlu dipaksakan,” jelasnya.
“Jadi, biar seimbang. Sebab, walikota sekarang juga dikenal sebagai praktisi,” “Apalagi Palembang dipastikan sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Akan susah jika wakil walikotanya tidak mempunyai karakter yang mirip dengan Harnojoyo,” lanjutnya.
Soal sosoknya, Alfitri menyebut akan terjadi persaingan keras antara Partai Demokrat dan PDI Perjuangan. “Masing-masing partai, kan sudah punya calonnya. Jadi, memang bakal head to head,” komentarnya.
Alfitri berharap Harnojoyo memilih wakilnya secara tepat. “Jangan setelah terpilih, malah jadi persoalan baru karena mereka tidak cocok di tengah jalan,” alasannya.





