Warga Gulai Bancah Bukittingi Gempar ,Ditemukan Sesosok Mayat MR

Mayat Lelaki Tak Dikekenal tengah diperiksa petugas

Bukittinggi.Newshanter.com : Warga Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi, Selasa (07/04/2015) pagi sekitar 07.30 gembar ditemukannya sesosok mayat laki-laki yang terbujur kaku menggunakan baju kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans juga berwarna hitam. ,
Menurut yang dihimpun wartawab RRI Bukittinggi di lokasi kejadian, mayat ini pertama kali dilihat oleh seorang pemuda bernama Rudi yang kemudian melaporkan nya ke rumah Amin Kasim, mereka berdua langsung menginformasikan ke rumah Herman Andra, selaku ketua RT 04/RW 02 Kubu Gulai bancah.

Kemudian Ketua RT Herman Hendra (61) bersama Rudi dan Amin Kasim, langsung mendatangi rumah Kompol Syafridawati yang berada di komplek Pemda Dua Kubu Gulai Bancah nomor 88, dan kejadian ini dilaporkan Syafridawati ke Polsek Kota Bukittinggi.

Setelah melaporkan kejadian ini Ketua RT Herman Hendra bersama suami dari Kompol Syafridawati bernama Reno (59) kembali ke TKP untuk menutupi mayat itu dengan beberapa helai daun pisang, kemudian mengamankannya dari masyarakat yang mulai berdatangan melihat kejadian ini.

Tidak lama berselang datang mobil unit Identifikasi Polres Bukittinggi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (KBRN/NHO).

Dilokasi kejadian Kasat Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi AKP. Albert Zai mengatakan, diperkirakan mayat ini meninggalnya malam tadi, dari ciri fisiknya tidak ditemukan tanda-tanda luka fisik akibat penganiayaan atau lain sebagainya, namun dari mulutnya terlihat keluar buih atau semacam busa, yang diperkirakan akibat pengaruh alkohol.

“Dari keterangan tim identifikasi tidak ditemukan identitas si mayat baik berupa KTP, Sim atau kartu identitas lainnya. Sebagai langkah untuk melengkapi data, sidik jarinya telah diambil petugas, dan mayat itu langsung dibawa ke kamar jenazah rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi,” terangnya.

Albert Zai menambahkan, mayat laki-laki itu diperkirakan berumur 25 hingga 30 tahun, dan penanganan secara medis telah dilakukan oleh dokter, dan dihimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk dapat datang ke kamar jenazah RSAM, sehingga mayat ini dapat diketahui identitasnya dan dimakamkan oleh pihak keluarga.(KBRN/NHO).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *