Wakil Ketua DPRD Riau dan Anggota DPRD Riau Nyaris Adu Jotos di Bandara

kordias-pasaribu-vs-suhardiman-amby

PEKANBARU -Newshanter.com ,Gara-gara ribut di ruang VIP Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Senin (30/10/2017) sore, rombongan Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu dan anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby yang hendak bertolak ke Jakarta, nyaris ketinggalan pesawat.

Pasalnya, keributan itu terjadi saat panggilan terakhir untuk naik ke pesawat sudah disampaikan petugas bandara. Kordias juga meluruskan terkait adanya informasi akan terjadi adu jotos, itu berawal dirinya mengajak rekan-rekannya sesama anggota dewan untuk menaiki pesawat.

Karena pesawat yang akan mereka tumpangi segera berangkat, berdasarkan panggilan dari pihak bandara, itu adalah panggilan terakhir melalui pengeras suara.Namun ketika itu menurut Kordias Suhardiman Amby berteriak kepadanya, dengan kata-kata menghardik.

Kurang-kurangi tensi tuh, demikian kata Suhardiman Amby yang ditirukan Kordias, dan pernyataan tersebut disampaikan hingga dua kali.Untuk memastikan maksud dari pernyataan Suhardiman tersebut, Kordias kemudian menghampirinya.

Namun menurut Kordias, Suhardiman menghardik Kordias dengan kata nada meninggi, dan mengajak duel.
Pernyataan Suhardiman tersebut memicu ketegangan, karena hardikan Suhardiman Amby disampaikan secara pribadi kepada Kordias.

Namun karena dilerai oleh kolega sesama anggota DPRD Riau saat itu kesalahpahaman dapat direda.Kordias juga membantah dirinya membanting gelas ke arah Suhardiman Amby sehingga pecah dan hampir mengena wajah Suhardiman.

Menurutnya, kondisi sebenarnya adalah, gelas yang berada di atas meja kecil dekat Suhardiman tersebut, terdorong oleh Kordias, sehingga jatuh dan pecah.”Kalau memang saya mau lempar tentu tak mungkin tak kena sedekat itu,” imbuhnya.

“Yang saya pahami dari kondisi tersebut bahwa kita sesama wakil rakyat ini mungkin terlalu banyak beban kerja hingga banyak hal dapat mempengaruhi sikap, saya juga bisa memaklumi hal tersebut, bagi saya persaudaraan lebih penting dan selalu menjaga kekompakan” ujarnya.

Meskipun sempat dihardik kata Dias dirinya masih menyempatkan diri untuk bertegur sapa dengan Suhardiman.

“Ya benar saat melewati tempat duduk beliau di kelas bisnis saya sapa beliau karena ketika itu saya dapat kursi ekonomi di belakang” ujarnya.

“Kita akan selalu menjaga hubungan baik ini, tidak ada perlu hal yang dibesar-besarkan, apalagi sampai memicu permusuhan, karena sebagai bangsa yang besar dan menganut ideologi Pancasila kita tidak boleh terpecah belah,” ulasnya.

Kordias juga membantah adanya masalah SARA yang menyebabkan dirinya bertengkar dengan anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby.

Dikatakan Kordias, hal tersebut hanya berawal dari masalah prinsip, yang ia ingatkan kepada Suhardiman Amby.

“Saya ingin meluruskan kejadian tersebut. Saya hanya tidak terimanya bapak Suhardiman Amby sesama wakil rakyat, kemudian saya mengingatkan beliau terkait hal yang prinsip” kata Kordias Pasaribu.

Dikatakan Kordias, sebelumnya dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) pada Senin (30/10) kemaren, dirinya yang memimpin rapat saat itu menyampaikan, agar saling mengingatkan kepada sesama koleganya untuk tidak mengirim foto-foto yang dapat memicu bahkan dapat dikategorikan berita bohong atau hoax di grup WhatsApps sesama anggota DPRD Riau.

Bahkan menurutnya foto-foto tidak senonoh tersebut yang bermuatan isu SARA.

Karena kata dia, hal tersebut bertentangan dengan semangat pemerintah untuk melawan berita hoax dan melawan aksi pornografi.

“Saya menyadari, jika sudah duduk di legislatif tidak ada perbedaan dari partai apa dan suku kita apa. Kita sudah mewakili rakyat ya menghilangkan perbedaan itu,” ulasnya.

Sebelumnya, Suhardiman Amby menyampaikan, pada Senin sore tersebut dirinya bersama sejumlah rekan anggota DPRD Riau lainnya sedang menunggu keberangkatan ke Jakarta, untuk dinas luar kota, Panitia Khusus (Pansus) investasi modal.

Saat menunggu di ruang VIP bandara tersebut, ia terlibat pembicaraan dengan Kordias Pasaribu, yang merupakan salah satu pimpinan di DPRD Riau, terkait cuitannya di grup WhatsApp anggota DPRD Riau.

Dikatakan Suhardiman, memang ada hal yang ia sampaikan di grup, namun hal tersebut sifatnya hanya bercanda.

“Kemudian saya bilang, jangan terlalu tinggi tempramen di grup. Tapi kemudian dia mendatangi saya, lalu menunjuk-nunjuk dengan tangan kiri sambil mengatakan, sudah saya ingatkan kau, bahasanya mengajak berkelahi. Dia jual, saya beli. Saya ajak dia ke luar ruangan, tapi dilerai oleh kawan-kawan lain,” kata Suhardiman kepada Tribun, Selasa (31/10/2017) pagi.

Menurut Suhardiman, dirinya tidak akan menolak jika diajak duel. Apalagi hal tersebut menurutnya adalah menyangkut marwahnya sebagai orang melayu, yang juga memegang gelar datuk.

“Saya sebagai orang melayu, dan sebagai seorang datuk, tidak boleh dihina seperti itu. Saya tersinggung dengan caranya seperti itu, kemana pun saya siap,” ujarnya.

Suhardiman juga mengakui kalau dirinya sempat hampir terkena lemparan gelas dari Kordias saat kejadian tersebut. (TP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *