Palembang Newshanter.com,Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Ishak Mekki membuka Seminar Internasional & Worshop yang digelar (STIFI) Bhakti Pertiwi Palembang dan sekaligus Rapat Kerja Nasional XIII Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Periode 2016-2018 dan di Ballroom Grand Atyasa Convention Center Palembang (23/01/2017)
Wakil Gubernur dalam sambutanya mengatakan, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sangat mendukung dengan adanya seminar farmasi ini. Diharapakan akan menambah wawasan, karena ini tidak hanya farmasi di Sumsel saja.
“Harapan kita dengan adanya seminar ini dapat menambah wawasan karena melibatkan tidak hanya farmasi di Sumsel, namun juga di luar negeri, bagaimana meningkatkan pelayanan kesehatan kedepan, dan juga bagi sarjana farmasi agar bisa membantu meningkatkan kebutuhan dipuskesmas,” Ujar wagub,
Selain itu Wagub mengajak peserta, kalau sudah selesai seminatr untuk melihat lihat Kota Palembang yang tengah berbenah diri menyambur
Sementara itu Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (Stifi) Bhakti Pertiwi Palembang H Noprizon Apt mengatakan untuk tahun ini Stifi Bhakti Pertiwi Palembang menjadi tuan rumah untuk seminar yang diikuti sebanyak 58 perguruan tinggi (PT) farmasi se Indonesia juga International
“Kita mengangkat mengenai pelayanan farmasi, karena ini betul-betul kita prioritaskan untuk pelayanan kesehatan masyarakat agar meningkat,” ujarnya.
Dikatakan Noprizon, selama ini masyarakat belum antusias terhadap farmasi, pihaknya juga mengatakan tantangan selama ini untuk tenaga farmasi masih kurang.
“Untuk di puskesmas tenaga farmasinya masih kurang, apalagi di rumah sakit ini khusus wilayah kota Palembang saja. Karena rumah sakit tipe C minimal 8 orang apoteker, tipe B 13 orang apoteker, sementara untuk tipe A harus 20 orang, dan sampai saat ini belum mencukupi,” bebernya kepada wartawan sumatera deadline.
Oleh karena itu tambah Nopri, untuk memenuhi kebutuhan tenaga farmasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan menempatkan apoteker-apoteker di setiap puskesmas
.
“Upaya kita, ya itu tadi kita akan memprioritaskan dibidang pelayanan kesehatan dengan menambah tenaga farmasi untuk ditempatkan di puskesmas dan rumah sakit. Sekarang syarat akreditasi puskesmas harus ada apotekernya, kalau puskesmas tersebut ingin meningkatkan pelayanannya,”tandasnya.
Menurut Yasmin penggurus IAI Sumsel, seminar diikut 59 Perguruan Tinggi Farmasi se Indonsia dengan julm 156 peserta. Dengan menghadirkan pembicara M Taher Bpharm Phd. Deny Susanti Bpharm, Phd sari Selanggor Malaysia. Drs Nurul Falah Eddy Priang Ketua Ikatan Apoteker Indonesia, dan Drs WAhyudi Uun Hidayat Msc Apt. (zainal piliang)\








