MUBA, NEWSHANTER.COM – Sebanyak 119 peserta mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C Tahun 2015 sama dengan UN SMA/MA/SMK, perbedaan hanya pada waktu pelaksanaan, kalau UN SMA/MA/SMK dimulai pukul 07.30 s.d 13.00 WIB dan UNPK Paket C dimulai pukul 13.30 s.d 18.00 Wib dengan Lokasi UNPK Paket C kecamatan Lais di SD Negeri 1 kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin.
Hal itu dikatakan Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kecamatan lais Mahipal Marzuki Spd Msi melalui Darwin SP, Selasa (14/04/15).
Pendidikan kesetaraan adalah pendidikan nonformal dengan standar kompetensi lulusan yang sama dengan sekolah formal, tetapi konten, konteks, metodologi dan pendekatan untuk mencapai standar kompetensi tersebut lebih memberikan konsep-konsep terapan, tematik, induktif yang terkait dengan permasalahan lingkungan dan melatih kehidupan berorientasi kerja atau berusaha mandiri, jelasnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, pengawas ujian terdiri dari guru SD, SMP dan SMA, dengan peserta yang terdaftar Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C sebanyak 136, namun yang mengikuti ujian sebanyak 119 peserta terdiri 90 orang laki-laki dan 29 orang perempuan.
Pelaksanaan Ujian menurut Darwin dilakukan selama 4 hari, dimulai senin 13 april 2015 dengan mata uji Bahasa Indonesia dan Geografi, hari kedua mata pelajaran Sosiologi dan Matematika, hari ketiga Ekonomi dan B. Inggris, hari kempat atau hari terakhir kamis tanggal 16 Aprl 2015 mata uji PPKN.
“Peserta terdaftar seharusnya berjumlah 136 orang, namun pada hari pelaksaan hanya 119 orang peserta yang mengikuti ujian paket C”, ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksaanaan ujian paket C di kecamatan Lais sudah berjalan dari tahun 2004 dengan materi ujian dari Pusat, sebagai penyelenggara Dinas Pendidikan dan kebudayan kabupaten Musi Banyuasin.
Darwin berharap bagi yang belum mengikuti paket C dan paket B dapat mendaftar ke UPTD kecamatan Lais, sebagai peserta ujian paket tahun berikutnya. Karena tujuan diadakan pendidikan kesetaraan adalah memberikan kesempatan belajar yang seluas-luasnya bagi masyakat putus sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga memiliki kemampuan setara dan dapat meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, salah satu peserta ujian paket C, Ahyar kepala desa Tanjung Agung Barat terpilih, merasa sangat terbantu dengan adanya pendidikan kesetaraan. “kami berterimakasih atas program ini, sehingga dapat membantu warga yang putus sekolah”, ungkapnya.
Dirinya mengharapkan, program ini terus berlanjut sehingga warga yang belum sempat mengikuti dapat mengikuti ujian paket kedepannya. (Heri Chaniago)





