Tito Karnavian Calon Tunggal Kapolri, Usulan Istana

Tito Karnavian Calon Tunggal Kapolri, Usulan Istana
tito-karnavian

JAKARTA -Neshanter.com Pihak Istana Kepresidenan membenarkan Presiden Joko Widodo mengajukan Komjen (Pol) Tito Karnavian sebagai Kepala Polri ke DPR RI.Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi mengatakan, proses tersebut pun telah sesuai undang-undang yang berlaku.

“Proses pergantian Kapolri yang dilakukan Presiden adalah merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI,” ujar Johan, melalui pesan singkat, Rabu (15/6/2016).

Read More

Johan menegaskan, pengajuan nama Tito itu merupakan hak prerogatif Presiden sepenuhnya.

Meski demikian, Presiden terlebih dahulu mendengar masukan dari berbagai pihak, baik Kompolnas, internal Polri, dan publik, sebelum menjatuhkan pilihannya pada sosok Tito.
Johan mengatakan, nama Tito Karnavian juga merupakan salah satu dari beberapa nama yang diajukan oleh Kompolnas kepada Presiden.

Tito baru dilantik Jokowi sebagai Kepala BNPT pada 16 Maret 2016.Pangkat Tito pun baru dinaikkan menjadi bintang tiga pada 12 April 2016.Berselang dua bulan, Ketua DPR RI Ade Komarudin menyebut Jokowi menyerahkan nama Tito ke DPR untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Sebelumnya Tito menjabat sebagai Kepala Polda Metro Jaya sejak 12 Juni 2015.Karier Tito terbilang melesat cepat berkat prestasi yang dicapainya.Tahun 2001, Tito memimpin tim Kobra dan berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra Presiden pertama RI Soeharto, dalam kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita.

Semasa berkiprah di kepolisian, ia berpengalaman di bidang terorisme.Banyak prestasi yang ia peroleh setelah memimpin tim Densus 88 Polda Metro Jaya.Salah satunya adalah penangkapan teroris Azahari Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, pada 2005.Selain itu, ia juga membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M Top tahun 2009.

Setelah itu, ia diangkat menjadi Kepala Densus 88 Antiteror.Ia hanya memimpin unit tersebut selama setahun, kemudian dimutasi menjadi Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT.

Dari BNPT, Tito bertolak ke Papua dan memimpin Polda Papua selama dua tahun.Kemudian ia kembali ke Jakarta dan dipercaya sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Setelah itu, barulah dia dimutasi menjadi Kapolda Metro Jaya.Karier gemilang Tito bisa dilihat dari kesuksesannya semasa sekolah.Tito merupakan lulusan terbaik Akpol tahun 1987 dengan menerima penghargaan Adhi Makayasa.Setelah itu, Tito menyelesaikan pendidikan di University of Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.

Ia pun melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih gelar S-1 dalam bidang Ilmu Kepolisian.Di PTIK, ia kembali menjadi lulusan terbaik dan mendapatkan Bintang Wiyata Cendekia.(BB)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *