
PALEMBANG.Newshanter.Com- Untuk segera mengungkap serta mengetahui motif di balik peristiwa penembakan mesterius kaca jendela lantai II ruangan rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, penyidik Polresta Palembang melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
Setidaknya, setelah sebanyak sembilan saksi baik saksi dari Disbudpar maupun luar Disbudpar Sumsel telah diperiksa, rencananya, besok (Kamis-red) giliran Kadisbudpar Sumsel, Irene Camelyn Sinaga yang akan diambil keterangan oleh penyidik.
“Jadi jadwalnya besok yang bersangkutan (Irene-red) pulang dari Jakarta. Dan setelah tiba maka akan kita lakukan jemput bola untuk langsung diperiksa agar dapat segera mengungkap kasus tersebut,” jelas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede saat ditemui di Polda Sumsel, Rabu (07/10/2015).
Selain telah mengambil keterangan dari sembilan saksi yang enam diantaranya diketahui merupakan orang yang saat kejadian mengikuti rapat, dikatakan Marully, pihaknya juga telah menemukan barang bukti sebanyak tiga butir gotri berbahan logam berwarna perunggu berukuran 6 mm yang berada di halaman Disbudpar Sumsel.
“Setelah mendapat keterangan dari beberapa saksi dan barang bukti didapat, maka sesuai dengan arahan pimpinan, hari ini kita langsung melakukan gelar perkara di Polda Sumsel,” terangnya.Namun, masih dikatakan Marully, hingga saat ini pihaknya belum dapat mengetahui pasti motif dan kronologis atas adanya kejadin tersebut.
Dan untuk itu, pihaknya juga masih mencoba mendalami motif dan segala kemungkinan lainnya.
“Kita tidak bisa mengandai atau menduga-duga tentang kejadian ini. Maka dari itu agar tidak terjadi kesalahan kita tunggu saja hasil dari Labfor keluar,” ungkapnya.
Sedangkan Ketua PHRI Sumsel, Erlan ketika dikonfirmasi terkait peristiwa itu mengatakan, penembakan itu terjadi setelah rapat yang diikuti PHRI, Disbudpar Palembang, Poltek Unsri dan Asita bersama Plt Kepala Disbudpar Sumsel.
“Kami itu lagi ngobrol, tiba-tiba seperti ada yang melempar dan tidak tahunya suara tembakan. Ketika akan saya buka tirai ada suara tembakan sebanyak tiga kali tembakan. Dua kali terkena kaca dan sekali terkena kusen jendela,” jelasnya.
Saat kejadian berlangsung, dikatakan Erlan, di dalam ruangan tersebut ada sembilan orang. Karena penasaran, dibuka tirai tetapi tidak terlihat orang dari luar. Semua orang yang ada di dalam ruangan juga merasa bingung, terlebih tidak ada orang di luar tetapi ada suara tembakan.
“Saya sudah di BAP, tetapi saya tegaskan tembakan bukan dari dalam. Karena kami rapat dalam kondisi santai dan bukan dalam keadaan tegang. Selain itu juga bukan membahas proyek atau tender,” terangnya.
Erlan juga mengungkapkan, dengan adanya kejadian ini agar jangan terlalu dibesar-besarkan, akan tetapi tetap diantisipasi agar tidak menjadi korban meski dalam kejadian ini tidak ada korban.”Saya juga berharap, jangan ada yang usil atau unsur kesengajaan. Karena hal itu tidak baik untuk keamanan,”
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Iza Fadri mengatakan, ia belum dapat memastikan tentang kejadian itu termasuk juga belum dapat memastikan apakah tembakan itu dari luar maupun dalam ruangan.
“Kalau di lihat dari hasil pemeriksaan CCTV, indikasi tembakan dari luar sepertinya tidak ada. Tapi kalau dari dalam, saya juga belum bisa menyimpulkannya. Maka dari itu agar tidak ada kesalahan kita tunggu hasil Lab saja,” jelasnya saat ditemui di Polda Sumsel.
Saat disinggung mengenai ditemukannya tiga gotri di sekitar lokasi kejadian, Iza mengatakan, dugaan gotri itu merupakan dari airsoftgun.Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari pecahaan kaca jendela dari bekas tembakan yang ada.”Secara kasat mata, kalau itu berasal dari senjata organik pasti bunyinya keras sekali dan dari sekian meter saja pasti tembus. Kalau untuk motif, saya belum berani menduga-duga takut salah presepsi,” ungkapnya.(SP/NHO





