Syaiful Alam Minta Agar Pemrov Aceh Lebih Serius Dalam Penjagaan Di Perbatasan Aceh-Sumut

Aceh Tamiang
NewsHanter.com
Saat Wabah Corona (Covid-19) Melanda di Sumut, Pemerintah Provinsi Aceh terkesan setengah hati membantu Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam menjaga jalur darat perbatasan Aceh dan Sumatera Utara. Jumat, (01/05/2020). 

Hingga saat ini Belum ada nyata bentuk Keseriusan Serta kepedulian Pemprov Aceh dalam Melakukan Penjagaan Diperbatasan Aceh-Sumut, dan kini Telah menjadi sorotan dan perbincangan di kalangan masyarakat Bumi Muda Sedia, Seperti yang disampaikan Saiful Alam SE, kepada Wartawan.

Saiful Alam Mengatakan, “hingga saat ini hanya tim gugus tugas percepatan penangan Covid-19 Aceh Tamiang yang berjibaku silih berganti siang dan malam dalam mengantisipasi keluar masuknya Masyarkat untuk memutus mata rantai penyebaran Virus yang belum ada antinya Hingga kini.

Ditambahkannya, “Pemerintah Aceh jangan asal cuap, jaga kawasan perbatasan, kita butuh aksi nyata, bukan hanya sekedar omongan, yang kesannya seolah-olah peduli, ” ujar Saiful Alam yang juga salah seorang Wartawan Senior di Aceh Tamiang”. 

Saiful Alam Mengatakan Lagi, saat ini Provinsi Sumatera Utara khususnya kota Medan sudah berada di Zona merah penyebaran Covid-19. “Medan sudah zona merah, jarak tempuh Medan ke Aceh Tamiang hanya 2 sampai 3 jam, sementara arus masuk masyarakat ke Aceh dari Medan cukup tinggi, Pemerintah Aceh jangan tutup mata,” tegas Saiful Alam. 

Saiful Alam meminta agar Pemprov Aceh dapat lebih serius dalam menyikapi persoalan perbatasan ini. “Ini tanggungjawab provinsi, bukan pemkab Aceh Tamiang,” tandas Saiful Alam yang juga Anggota PWI Aceh Tamiang, Harapnya.

Terpisah   Bupati Aceh Tamiang, H Mursil SH MKn, mengaku dalam menjaga wilayah perbatasan antar provinsi itu tentu sudah jelas menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh, sedangkan pemerintah daerah siap membantu kegiatan yang dilaksanakan pemerintah provinsi. 

Menurutnya, dalam upaya pencegahan penyebaran covid – 19, Pemkab Aceh Tamiang berusaha semampu mungkin melalui posko yang dibangun di terminal bus umum Kuala Simpang, terutama pengecekan kesehatan para penumpang bus yang melakukan perjalanan kewilayah Aceh lainnya.

“Untuk warga Aceh Tamiang yang turun dari bus sebelum terminal menuju kampung mereka masing-masing, ini nantinya menjadi tugas dari Datok Penghulu, Kepala Puskesmas dan para relawan guna melakukan pengecekan kesehatan warga yang pulang dari luar daerah,” ujar Bupati. (JAZ 007)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *