Sriwijaya FC Kalah Lawan Persija, 0-1, Sinaga Kejar Wasit

ILustrssi/ Foto Net

MALANG.Newshanter.com — Penyerang Sriwijaya FC, Ferdinand Sinaga, menunjukkan aksi emosional seusai timnya menelan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta dalam lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Jenderal Sudirman di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Rabu, (25/11/2015) malam.

Setelah wasit Iwan Sukoco meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, Ferdinand melampiaskan kekesalannya dengan menendang microphone milik stasiun televisi yang terpasang di pinggir lapangan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Ferdinand berusaha mengejar wasit meskipun masih bisa dilerai oleh pihak keamanan.
Emosi mantan pemain Persib Bandung tersebut kian tersulut saat suporter di tribun VIP mencemoohnya. Ferdinand kemudian langsung berusaha mengejar, namun tindakannya berhasil diredam oleh petugas yang bersiaga di pintu utama yang berbatasan dengan tribun penonton.

Soal aksi Ferdinand tersebut, pada sesi konferensi pers usai pertandingan, asisten pelatih Sriwijaya FC Hendri Susilo menolak memberikan komentar.

“Soal itu saya no comment,” ujarnya singkat.

Persija memenangi laga berkat gol tunggal Ramdhani Lestaluhu pada menit ke-52. Ini membuat Persija meraih tiket babak delapan besar, sedangkan Sriwijaya harus melakoni laga hidup-mati melawan Persipasi Bandung Raya pada partai pamungkas.

FAktor Kekalahan karena kelelahan

SEmementara itu menurut Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Hendri Susilo Kekalahan Sriwijaya FC atas Persija dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman (PJS) tak lepas faktor kelelahan dan wasit. Permainan tim Laskar Wong Kito memang membosankan. Bahakan, ketika Sriwijaya gagal memanfaatkan penalti, permainan tim semakin tak berkembang. “Iya, memang membosankan dan tak menghibur,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/11/2015).

Permainan yang membosankan ini tak lepas dari faktor kelelahan yang mendera pemain. Dia menjelaskan, dalam 9 hari ini timnya harus bermain 4 kali. Padahal, tim lain rata-rata diberi jeda waktu seminggu atau lima hari. “Ini berpengaruh pada tampilan pemain di lapangan,” ujarnya.

Mengenai adanya protes dari pemain terhadap kepemimpinan wasit, pihaknya memilih no comment. Pihaknya menyerahkan pada penonton untuk menilainya sendiri. “Begitu juga dengan emosi Ferdinand Sinaga, kami tak mau berkomentar,” katanya.

Sedangkan Pelatih Persija Jakarta, Bambang Nurdiansyah menjelaskan, apapun kekurangan yang dimiliki timnya, dia cukup mengapresiasi.Dia menilai skema permainan berjalan baik, sehingga tiga poin bisa dibawa pulang. “Tentu kami berterima kasih pada Maitimo dkk yang bekerja keras,” katanya.

Sedangkan terkait kartu merah yang diiterima OK John, pihaknya cukup menyayangkan hal itu. Namun dia juga memaklumi, bahwa pemain profesional bisa bersikap bodoh, yang melanggar TA Musafri. “Namun ini bisa terjadi dalam sepakbola,” katanya.(SP/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *