PALEMBANG.Newshanter.com. – Semenjak hilangnya sopir driver Gocar Tri Widiyantoro sejak Kamis (15/02/2018) lalu tim satgas pencarian korban yang dibagi menjadi tiga tim hingga Minggu (18/02/2018) masih melalukan pencarian.
Tim pertama terdiri dari 28 orang, tim dua terdiri dari 28 orang dan tim yang terakhir khusus dari pihak keluarga. Tim tersebut bernama Satgas 86 yang dipimpin oleh Ahmad Harfin Arvan. Tujuan agar banyak tim yang mencari korban.
Dan mereka telah bergerak pada 16 februari 2018.
Pantauan hari ketiga, tim satgas 86 mendampingi keluarga korban untuk menyusuri pesisir yang ada di daerah jalur, mulai dari jembatan 1 sampai jembatan lima.Pada pencarian ada 15 personil satgas 86 dan pihak keluarga yang turun.
Menurut keterangan pihak korban Tri Widiyantoro di buang disana. Disana tim satgas 86 bersama korban mencari kerawa-rawa dan desa dan hasilnya nihilPada hari keempat diturunkan 30 personil satgas bersama keluarga.
Penelusuran telah bergerak pukul 16.00. Yang menyusur ke gasing tepatnya ke pelabuhan. Karena titik terakhir disana. Menyelusuri menggunakan mobil off road jenis jimny.
Disana memasuki hutan yang lebat. Terlihat ada yang mencurigakan ketika sampai disana kondisi dedaunan berjatuhan yang tampak segar. Kami juga menemukan korek gas Berwarna hijau. Yang mengidentifikasi milik pelaku.
Memang ketika salah satu tim satgas bertanya kepada satpam melihat ada mobil daihatsu xenia silver yang masuk kesana.Namun di lokasi tidak ada satupun benda milik korban yang ketemu hanya korek. Yang di indikakasi punya pelaku.
Sepupu korban, Yudi mengatakan sejak pagi sudah mencarinya sampai ke Sungsang, namun tetap masih nihil.”Segala upaya sudah dilakukan, tapi belum saja ada hasil. Usaha lain juga telah kami lakukan termasuk meminya bantuan paranormal,” ungkap Yudi.
Menurut para normal tidak ada hasil, tapi korban masih hidup dan keadaannya lemas. Ia menambahkan, korban dirawat oleh orang Jawa yang kegiatan seharinya mancing di sungai.Satgas pencarian pun, menuju ke sebuah hotel yang di kawasan gasing.
Karena Salah satu anggota satgas mengecek di facebook, ada yang ingin menjual mobil daihatsu xenia silver.Persis sama milik punya korban dan lokasi penjualan pun dekat dengan arah titik kordinasi/TKP.
Hilang Sejak Kamis
Tri Widyantoro, (43) Hilang sejak Kamis (15/2) lalu, keberadaan warga Jl Letnan Murod, Lr Sakura No 806, RT 17, Palembang itu masih misterius.
Jajaran Polresta Palembang telah melakukan pencarian. Bekerja sama dengan sejumlah driver online rekan kerja Tri, anggota di lapangan berusaha melacak jejak dan keberadaannya.
“Masih kami telusuri, termasuk melacak GPS mobil Xenia silver BG 1352 RP yang dikendarai Tri,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, Sabtu (17/2/2018) seperti dilansir JPNN.Hilangnya Tri dilaporkan istrinya, Rohana, 43, ke SPK Terpadu Polresta Palembang, Jumat lalu.
Istri Tri, Rohana ketika Dibincangi wartawan di rumahnya, menceritakan kalau suaminya memang bekerja sebagai seorang driver Go-Car.Profesi itu ditekuni alumni Fakultas MIPA Unsri jurusan Biologi tersebut sejak usai Lebaran tahun lalu. Sebelumnya, Tri seorang medical representative.
“Dia pamit Kamis siang, pukul 11. Katanya mau antar penumpang,” kata Rohana.Tak ada firasat apapun saat itu. Sekitar pukul 13.30 WIB, Tri sempat kirim foto brosur obat kesehatan kepada dirinya melalui WhatsApp (WA). Rohana membalas WA suaminya itu pukul 16.00 WIB, tapi tidak dibaca. Dia tak terlalu menghiraukan itu karena kebiasaan Tri memang tidak suka membaca WA saat menyetir mobil
“WA biasanya dibaca setelah sampai rumah malam hari. Kebiasaan dia memang seperti itu,” jelasnya.Tapi, dengan tak kunjung pulangnya Tri, dia dan keluarganya kini diliputi kecemasan. Mereka sudah melacak ke banyak tempat, termasuk mendatangi “orang pintar” di kawasan TAA.
Petunjuk yang didapat, Tri saat ini disekap dalam sebuah hutan dengan tangan terikat dan mulut dilakban. Hanya saja, tidak diketahui lokasi persis hutan itu. Rohana sama sekali tidak punya firasat suaminya akan mendapat perlakuan tak baik dari penumpangnya. “Kami semua berharap berharap dia bisa pulang sehat dan selamat,” tandasnya.
Ketidak pulangan Tri selalu ditanya ketiga anaknya, Siti (13), Khariyah (11) dan Tsabit (3). Sanak keluarga, juga berdatangan ke rumahnya untuk memberikan semangat. “Semoga suami saya baik-baik saya,” imbuh Rohana.
Informasi yang dihimpun, terakhir dapat orderan diduga atas nama Ali Suhendra. Tertera nomor telepon orang yang mengorder tersebut 08192765xxxx. Total price Rp114.000, dengan jarak (distance) sejauh 32,53 km.
Code booking tertulis RB-1160425183. Order terakhir tersebut tanggal 15 Februari 2018, pukul 14.35.26 WIB. Pengorder minta dijemput di Jl Kapten Anwar Arsyad No 999, Demang Lebar Daun, Ilir Barat I. Adapun tujuan penumpang ke Kenten Laut, Talang Kelapa.(8)





