Shalat Idul Fitri di Bukittinggi Berlangsung Khidmat Meski Diguyur Gerimis

Bukittinggi, newshanter .com -Pemerintah Kota Bukittinggi melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Wirabraja, Sabtu (21/3/2026).

Meskipun cuaca gerimis, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung khidmat dengan imam Ustadz Ali Imran dan khatib H. Ulyadi.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan bahwa pelaksanaan Idul Fitri tahun ini mengikuti hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Ia menegaskan, perbedaan penentuan hari raya tidak mengurangi makna Idul Fitri sebagai momentum kemenangan.

“Atas nama pemerintah kota, keluarga, dan pribadi, kami memohon maaf lahir dan batin. Minal aidin wal faizin,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ramlan juga menyinggung kondisi Sumatera Barat yang beberapa bulan terakhir dilanda bencana.

Ia mengapresiasi semangat kebersamaan masyarakat dalam membantu korban, termasuk dukungan dari Bukittinggi kepada wilayah terdampak seperti Agam dan Tanah Datar.

Selain itu, ia memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ibnu Asis. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah tetap merealisasikan berbagai program unggulan, seperti pemberian seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta penyelesaian pembangunan sekolah yang sempat tertunda.

Pemerintah kota juga terus melakukan penataan kota serta mendorong berbagai kegiatan berskala lokal hingga internasional dalam rangka mendukung program “1001 event” dan peringatan 100 tahun Jam Gadang. Beberapa agenda yang direncanakan antara lain kompetisi fotografi internasional dan seminar berskala global.

Lebih lanjut, Ramlan menyebutkan bahwa pemerintah tengah fokus mengembangkan program “Surau Gemilang” dan “Keluarga Gemilang”, serta mengupayakan Bukittinggi menjadi daerah khusus mengingat perannya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, dalam khutbahnya, H. Ulyadi mengingatkan bahwa Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Muslim yang telah menjalani ibadah Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Ia menegaskan bahwa kehidupan dunia adalah ujian yang merupakan bagian dari ketetapan Allah bagi setiap manusia.

“Ketika ujian datang, jangan berputus asa. Bisa jadi itu cara Allah mengangkat derajat dan menghapus dosa kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak umat untuk menjadikan semangat Ramadan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan ke depan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk terus dijaga, terutama bagi masyarakat Bukittinggi yang dikenal sebagai kota perjuangan.

Melalui program Surau Gemilang, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap pembinaan generasi penerus dapat dimulai dari masjid dan surau, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Kota Jam Gadang.(A/M)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *