AGAM, newshanter.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Riau kembali berkolaborasi dengan Bukittinggi Press Club (BPC) dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir bandang di Jorong Bancah dan Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (29/12/2025).
Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sejumlah lokasi terdampak yang hingga kini masih berada dalam kondisi rawan akibat potensi banjir bandang susulan. Penyaluran dilakukan ke titik-titik yang mengalami dampak paling parah, termasuk wilayah yang masih berstatus zona berbahaya berdasarkan pantauan di lapangan.
Kolaborasi ini merupakan wujud kepedulian PTPN IV Riau bersama insan pers yang tergabung dalam BPC terhadap masyarakat Kabupaten Agam yang tengah menghadapi musibah bencana alam.
Sekretaris Umum Serikat Pekerja PTPN IV Regional 3 Pekanbaru, Mulya Fadlillah, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari partisipasi seluruh karyawan PTPN IV Riau. Solidaritas internal perusahaan tersebut diwujudkan melalui penggalangan bantuan bagi masyarakat Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang.
“Ini merupakan sumbangan dari seluruh karyawan PTPN IV Riau untuk masyarakat Sumatera Barat yang terkena banjir bandang,” ujar Mulya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mempercepat proses pemulihan kondisi masyarakat terdampak, sekaligus menjadi dukungan moral di tengah situasi sulit yang mereka alami.
“Kita berharap dengan bantuan ini, masyarakat yang terdampak segera pulih, dan bantuan ini bisa memberikan semangat kepada para korban,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bukittinggi Press Club, Al Fatah, menyampaikan apresiasi kepada PTPN IV Riau dan para donatur lainnya yang telah mempercayakan BPC sebagai mitra dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
“Terima kasih kepada PTPN IV dan para donatur yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyalurkan bantuan ke lokasi bencana, yang di antaranya masih berstatus berbahaya,” tuturnya.
Al Fatah juga menyampaikan bahwa BPC masih membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penyaluran bantuan lanjutan, mengingat kondisi bencana di Kabupaten Agam belum sepenuhnya berakhir.
“Ke depan kami masih membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan para donatur guna menyalurkan bantuan kepada korban bencana yang hingga saat ini masih berlanjut,” katanya.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, sejumlah wilayah di Kabupaten Agam masih berada dalam zona berbahaya. Bahkan, banjir bandang susulan masih terjadi di beberapa titik, sehingga meningkatkan risiko bagi masyarakat setempat maupun tim relawan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebutuhan dasar para korban yang hingga kini masih tergolong mendesak. Keterbatasan logistik, selimut, serta perlengkapan lainnya menjadi kebutuhan utama dalam masa tanggap darurat.
“Saat ini, korban di lapangan masih membutuhkan logistik, selimut, dan perlengkapan lainnya untuk kehidupan selanjutnya,” ujar Al Fatah.
Selain menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak langsung, BPC dan PTPN IV Riau juga menyalurkan bantuan ke tiga rumah singgah di Lubuk Basung. Rumah singgah tersebut disiapkan secara swadaya oleh masyarakat untuk menampung korban banjir bandang yang membutuhkan rawat jalan di rumah sakit.
“Tadi kami juga menyalurkan bantuan ke tiga rumah singgah di Lubuk Basung, di mana masih terdapat korban yang tinggal sebatang kara dan memerlukan perawatan lanjutan ke rumah sakit,” ucapnya.
Ia menambahkan, sebagian besar korban yang ditemui mengalami kondisi fisik dan psikologis yang berat akibat bencana.
“Rata-rata korban yang kami temui mengalami patah tulang, kehilangan seluruh anggota keluarga, serta kehilangan tempat tinggal,” katanya.
Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan. Tim gabungan PTPN IV Riau dan BPC harus menyesuaikan waktu dan jalur distribusi akibat kondisi medan yang sulit, cuaca yang belum stabil, serta potensi banjir bandang susulan di sejumlah titik rawan.
Bencana banjir bandang yang melanda Jorong Bancah dan Sungai Batang telah menyebabkan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian korban saat ini masih tinggal di rumah singgah dan tempat penampungan sementara.
Dalam kegiatan tersebut, BPC juga melakukan pendataan terhadap kondisi korban, termasuk mereka yang masih membutuhkan perawatan lanjutan di fasilitas kesehatan. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan lanjutan, khususnya ke rumah-rumah singgah yang menampung korban dengan kondisi medis tertentu.
“Rumah singgah memiliki peran penting sebagai tempat sementara bagi korban yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal setelah terdampak banjir bandang,” ujar Al Fatah.
Hingga saat ini, kondisi pascabencana di Kabupaten Agam masih memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik, perlengkapan tidur, dan kebutuhan harian lainnya masih menjadi prioritas bagi warga terdampak yang belum dapat kembali ke rumah masing-masing.
Kolaborasi antara PTPN IV Riau dan Bukittinggi Press Club diharapkan dapat menjadi upaya berkelanjutan dalam membantu korban banjir bandang di Sumatera Barat, sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap situasi darurat yang masih berlangsung di Kabupaten Agam.(A/M)





