Seorang Model Terjun Dari Hotel Berlantai Enam

Adelia Semasa Hidupnya/ Foto Net

adelia1adeliaMEDAN.Newshanter.com,- Diduga karena takut ditangkap polisi karena tengah pesta sabu, seorang model berkilit putih berambut panjang di kota Medan Rabu (05.05/2015) sekitar pukul 23.00 WIB tewas setelah terjun dari lantai enam hotel Grand Kanaya ,Jalan Darussalam Medan. Korban kemudian diketahui bernama Adelia Friska alias Ade Prisa (24) warga Tanjung Mulia, Medan, jenazahnya telah dimakamkan keluarganya.

Menurut Wakasatres Narkoba Polresta Medan, AKP Rosyid Hartanto kepada wartawan Kamis (07/05/2015) Ade Prisa, tewas setelah melompat dari kamar hotel No 603 saat pintu kamar digedor petugas.Diduga, korban panik karena sedang menggelar pesta narkoba di kamar hotel itu. Karena tak ada jalan keluar, korban nekat melompat dari jendela. Ia kemudian terjatuh ke tanah dan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Dikatakan Rosyid Hartanto, korban diketahui seorang model di Medan.Ia merupakan seorang model di Medan dan kerap dipanggil.Sedangkan pengerebekan itu berawal kata Rosyid, ketika petugas mendapat informasi ada pesta narkoba di kamar No. 603 Hotel Grand Kanaya.

Menurutnya, penggerebekan itu berawal saat petugas mendapat informasi ada pesta narkoba di kamar No. 603 Hotel Grand Kanaya. Petugas lalu menuju hotel tersebut dan melakukan penggerebekan. “Ada dua tim yang kita turunkan, satu tim berjaga-jaga di bawah, satu tim menuju kamar hotel,” ujarnya.

Saat tim kedua menuju lantai 6, mereka bertemu dengan rekan korban di dalam lift, yakni Dony Satria,38, warga Jalan Gaperta, Gang Imam, Kecamatan Medan Helvetia dan Adrian Siahaan,21, warga Jalan Gurilla, Kecamatan Medan Perjuangan.

“Saat kita periksa, tidak ditemukan barang bukti. Namun keduanya mengaku baru saja pesta shabu bersama korban di kamar 603,” tambahnya. Mendapat informasi tersebut, petugas menuju kamar 603.Namun Begitu sampai di depan kamar, petugas pun mengetuk pintu. “Saat diketuk beberapa kali, tak ada jawaban. Anggota lalu memanggil resepsionis untuk membuka pintu,” terangnya.

adelia3Setelah pintu dibuka, petugas tak menemukan korban. Namun Tim pertama yang berada di bawah, melihat korban melompat dari jendela kamar dan jatuh ke bawah.“Ini diperkuat dengan terbukanya jendela kamar 603 itu. Kita duga korban ketakutan saat hendak kita gerebek,” jelasnya. Dikamar 603 petugas mengamankan barang bukti tiga plastik klip sisa sabu, satu buah alat isap sabu (bong), senjata soft gun dan pisau lipat.

Korban kata Rosyid adalah seorang model disebuah agensi dikota Medan. Namun Wakasatres ini tidak menyebutkan nama perusahaan agensi tersebut. Profesi tersebut menurut Rosyid didasarkan pada keterangan dari tiga orang yang ditangkap dalam penggerebekan di hotel tersebut yakni berinisial MF (sepupu Ade), DS dan MF. “Keterangan dari mereka yang bersangkutan ini agensi model. Mengenai hubungan mereka, DS mengaku berteman dengan Ade,Sedangkan AS adalah sebagai sepupu Adelia. “AS setelah dites urine tidak terlibat karena dia hanya mengantarkan nasi ke kamar sepupunya,” jelas Rosyid

Sementara menurut berapa saksi mata, kata Rosyid, Rabu (6/5/2015) sekitar pukul 23.00 WIB. sebelum korban terjun, ia sempat mondar-mandir di dekat jendela kamar 603 seperti kebingungan, kemudian naik ke jendela sebelum akhirnya jatuh.” Namun Kita tidak tahu, apakah dia sengaja melompat atau terjatuh,” kata Wakasat Reserse Narkoba Polresta Medan ini

Dari tiga orang yang ditangkap, jelas Rosyid, polisi menetapkan dua tersangka kepemilikan shabu yakni DS,38, warga Jalan Imam, Gang Manja Lk III Kelurahan Tanjung Gusta dan MF,21, penduduk Jalan Pesantren Kecamatan Medan Sunggal.Kini kasusnya tengah dikembangkan.(BB/NHO)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *