Bukittinggi, newshanter.com – Sebanyak 518 orang yang tergabung dalam kelompok Negara Islam Indonesia (NII), hari ini kembali melakukan cabut ba’iat dan menyatakan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pencabutan ba’iat yang dilakukan di gedung Maharajo Dirajo, Batusangkar, Jumat (29/4/2022).
Cabut ba’iat ini bukan hanya di lakukan oleh pengurus NII saja namun diikuti oleh masyarakat yang tergabung dari beberapa Kabupaten Kota seluruh Sumatera Barat, seperti Kota Padang, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Payakumbuh, Sijunjung dan 50 Kota.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa mengatakan, bahwa sejarah berdirinya Republik Indonesia, aktor intelektualnya berasal dari Minang, Salah satunya proklamator kemerdekaan yaitu Bung Hatta, dengan perumusnya M. Yamin, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Imam Bonjol, M Natsir, dan Rasuna Said, dan saudara-saudara harus tau bahwa tokoh-tokoh tersebut adalah pendiri bangsa, maka saya berharap jangan nodai warisan dari tokoh Minang yang sudah berjuang mengobarkan darah dan air mata demi berdirinya NKRI.
“Jangan nodai dengan rencana yang disusun oleh saudara (kelompok radikal) baik itu makar tau tindakan separatis lainnya. Karena, saya (Polri) dan TNI akan menjadi garda terdepan dan benteng terakhir demi menjaga keutuhan NKRI,” Ungkap Irjen Pol Teddy Minahasa.
Ia meyakini dan percaya, bahwa mereka yang saat ini telah mencabut ba’iat nya sebelumnya ikut kelompok tersebut hanya karena dibujuk dan dirayu, untuk itu Kapolda berharap untuk kembalilah ke jalan yang benar.
“Oleh karena itu, dari lubuk hati yang paling terdalam saya menyampaikan apresiasi dan rasa terharu atas kesadaran saudara-saudara untuk kembali berikrar setia kembali ke NKRI,” jelas Kapolda.
Kapolda juga menegaskan, akan memberikan tenggat waktu sampai tanggal 20 Mei 2022 yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
“Jika tidak melakukan cabut ba’iat akan saya tegakkan hukum yang sekeras kerasnya,” tegas jenderal bintang dua tersebut mengakhiri. ( A/M )





