Sebanyak 2000 an PPEP Ikuti Acara Pembekalan Dan Uji Kompetensi Profesi Penyuluh

Palembang, mewshanter.com  – Pemerintah provinsi Sumatera Selatan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru membuka langsung serta memberi arahan kepada seluruh tenaga Pendamping Peningkatan Ekonomi Petani (PPEP) dan penyuluh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN di kabupaten/kota se Sumsel pada acara pembekalan dan uji kompetensi profesi penyuluh yang dipusatkan di command center kantor Gubernur Sumsel, Jumat (25/8/2023).

Dikatakan Gubernur Sumsel H Herman Deru, dimana saya berkomitmen dalam meningkatkan produksi pertanian melalui peningkatan sumber daya manusia yang ada di stakeholder pertanian. Kita ketahui bahwa provinsi Sumsel adalah provinsi yang mengangkat penyuluh atau yang di sebut PPEP ini.

“Kita sadari bahwa komponen penyuluh ini punya arti penting dalam men stinger para petani kita, bukan hanya untuk meningkatkan produksinya, tapi juga untuk menjadikan petani kita paham terhadap dunia entrepreneur,” ujarnya.

Dilanjutkannya, dimana pelatihan penyuluh ini adalah sebuah komitmen bagi pemprov Sumsel dimana untuk mengolah sumber daya alam (sda) tanpa sumber daya manusia (SDM) yang handal itu tentu kesia-siaan. Maka kita tingkatkan kompetensinya melalui pelatihan, dan hasilnya nanti mereka mendapat sertifikat.

“Dimana dengan sertifikat ini bisa menjadi modal bagi mereka untuk naikkan jenjang, apa jadi ASN, atau kah menjadi PPPK, atau kah dengan sebutan lainnya dan mereka sudah punya modal untuk itu,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Provinsi Sumsel HR Bambang Pramono, dimana pada diPENAS di Provinsi Sumatera Barat beliau minta seluruh penyuluh yang diangkat oleh Gubernur Sumsel itu diberikan pembekalan dijadikan sertifikasi modal mereka untuk paling tidak pada saat tes PPPK ASN, dan insya Allah bisa diangkat.

“Sampai saat ini kita masih melakukan evaluasi sejauh mana efektifitas kinerja ini. Seperti kita ketahui sejak pengangkatan pada tahun 2020-2021 alhamdulillah produktifitas produksi dalam arti luas pertanian meningkat,” katanya.

Dilanjutkannya, itu yang menunjukkan bahwa kinerja mereka cukup positif dalam membantu membangun petani di pertanian di provinsi Sumsel. Tapi tentu saja arahan daripada Gubernur Sumsel kita tidak bisa berpuas diri, ini harus tetap kita manage, kita bina dan kita latih, sehingga perubahan yang sedemikian cepat disektor pertanian itu bisa diantisipasi oleh anak-anak muda melalui gerakan Pertanian yang mampu mengelola ilmu teknologi.

“Dan Insya Allah ini akan menambah tingkat kesejahteraan petani di provinsi Sumsel. Kita ketahui bahwa produksi kita ditahun 2022 itu merupakan produksi tertinggi selama 4 tahun terakhir sejak beliau diamanahkan menjadi Gubernur Sumsel dimulai dari tahun 2019, 2020, 2021, dan 2022,” ucapnya.

Masih dilanjutkannya, dimana produksi kita ditahun 2022 adalah tertinggi selama 4 tahun terakhir yaitu 2,76 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 1,78 juta ton beras. Dan untuk pertama kalinya di tahun 2022 kita membukukan produktifitas tertinggi melampaui nasional provinsi Sumsel untuk pertama kalinya. Sedangkan untuk nasional 5,2 ton per hektar, dan untuk Sumsel yakni 5,4 ton per hektar. Memasuki musim Elnino ini tidak hanya Jawa termasuk provinsi Sumsel juga berdampak.

“Tetapi ini bisa menjadi skala satu momentum bagi Sumsel dengan adanya kondisi Elnino dimana lahan-lahan lebak yang semula tergenang karena kemarau curah hujan sedikit itu bisa ditanami, dan ini menjadi momentum Sumsel untuk menambah luas tanamnya,” imbuhnya.

Masih disampaikannya, insya Allah dengan arahan Gubernur Sumsel dan kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia dua kali ke provinsi Sumsel ini bisa menjadi motivasi bagi petani di provinsi Sumsel untuk meningkatkan produksi. Sampai dengan Agustus 2023 KSA kita sudah 2 juta ton lebih, mudah-mudahan diakhir Desember 2023 ini bisa melampaui daripada di tahun 2022. Kalau untuk kemarau untuk Sumsel justru naik, nanti akan kita lihat untuk persentasenya.

“Untuk PPEP yang ikut sebanyak 2174, jadi tidak hanya PPEP saja, ada penyuluh-penyuluh ASN juga yang lain, yang belum ikut sertifikasi kompetensi juga ikut, dan kalau untuk PPEP saja itu ada 1950 orang, untuk PPEP nya sendiri sesuai dengan kabupaten yang kosong,” tutupnya.(ton)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *