Prof Dr Syafrinaldy SH MCL , Menjaga Titipan Anak Asuh (PPIA) Kami Harus Menjadi Orang Tua Baginya

 

Pekanbaru, Newshanter.com
(Pemprov Riau)Dinas kepemudaan dan olahraga Provinsi Riau gelar cara penutupan program pertukaran pemuda Indonesia-Australia PPIA bertempat di gedung serindit Riau ,pada Rabu 23/1/2019 malam.

Acara tersebut  dihadiri gubernur Riau yang mewakili , turut menghadiri, asisten 1, Kadispora provinsi Riau,, kementrian pemuda dan olahraga provinsi Riau,dihadiri Asisten 1 bidang perencanaan provinsi Riau, kepala dinas kepemudaan dan olahraga Siak, Kadisdik provinsi Riau , Bapak rektor UIR, Kapolda Riau di wakili,dari Polresta Pekanbaru yang mewakili, ketua Pamor Riau, para siswa PPIA, relawan muda Riau, para orang tua asuh Riau,juga orang tua asuh dari beberapa sekolah yang ada di Pekanbaru, para kepala badan provinsi Riau , para orang tua angakat dari Siak Riau serta para orang tua asuh lainnya yang telah berpartisipasi dan memberi kontribusi terhadap Siswa PPIA di Riau.

Acara penutupan program pertukaran pemuda Indonesia Australia ini ( PPIA) bertanda berakhirnya program Misi-visi mereka dalam giat bersosialisasi selama 60 hari bersama warga masyarakat di kota Pekanbaru- Riau dan siak, PPIA adalah singkatan dari program penukaran pemuda Indonesia -Australia berjumlahkan 35 orang 18 dari Australi 17 dari Indonesia.
tujuannya adalah kolaborasi paham budaya bagar generasi muda kedua negara saling belajar dan saling memahami karakter di lingkungan baik adat dan budaya masing-masing negara, Melaui generasi pemuda- mudi inilah baik dari negara tetangga Australia maupun dari Indonesia sebab peran mereka sangat dibutuhkan agar bisa menjadi barometernya smart yang Madani ditengah- tengah masyarakat luas ,sebagai generasi penerus bangsa mereka juga menjadi pemuda yang bermanfaat  untuk bangsanya (Indonesia) Menjadi edukasi di semua lapisan umat, oleh karena itu mereka harus menggali setiap segi ilmu dari berbagai aspek.

Pada kesempatan nya bapak rektor UIR mengatakan.” Ini adalah pengalaman pertama kami sebagai orang tua asuh Baik terhadap orang asing ini yang berasal dari Australia maupun terhadap orang Indonesia sendiri berasal dari palu, dengan hal ini merupakan kenikmatan tersendiri kami sebagai orang tua asuh Bisa membantu tugas pemerintah Indonesia untuk menjaga mereka selama lebih kurang hampir tiga Minggu bersama kami, saat – saat bahagia mereka bercerita tentang tugas- tugasnya kemudian problemnya seperti stres ditempatkan magang Yang di sampaikan begitu serius sehingga kami sebagai orang tua mencarikan solusi bersama pemerintah daerah ( Dispora) Alhamdulillah kita temukan jalan keluarnya sehingga mereka jadi happy,soal selera konsumsi makanan mereka sehari-hari tidak terlalu sulit untuk menyesuaikannya, terkait budaya mereka begitu mudah beradaptasi mereka begitu baik sopan santun ramah begitupun berpakaian mereka rapi sesuai adat kita di tanah Melayu ini.

Alhamdulillah tambah bapak Rektor ,” pada kempatan ini Kita dapat mengasuh 7 orang , awalnya 2 orang 1 dari Sidney 1 dari palu lalu ditambah lagi 5 jadi tujuh orang, sebagai orang tua asuh kita wajib menjaga seperti anak kami sendiri juga sudah menjadi bagian dari keluarga bagi kami , menjadi orang tua asuh adakalanya kita merasa cemas karena yang di titipkan adalah orang (manusia ) sangat besar tanggung jawabnya, kalau terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan diluar tentunya kita sebagai orang tua merasa sangat mengkhawatirkannya, Alhamdulillah hingga saat ini semuanya dalam keadaan baik, aman,sehat walafiat sehingga mereka bisa kembali ke daerah asalnya masing-masing.” Ucap orang nomor satu di universitas Islam Riau ini.

Sudah 3 Minggu menjalankan program PPIA kegiatan magang di Riau ini, sudah banyak pengalaman yang sudah kami dapatkan selama berada di sini, kota Pekanbaru,” kata REBECHA salah satu  anggota PPIA dari sidney juga sebagai ketua dari kelompoknya sembari menyampaikan pengalamannya kepada media Newshanter.com pada malam itu, bagaimana rasanya hubungan antar karakter orang perorangan ternyata orang Indonesia ramah dan baik,

sehingga saya pribadi berniat lagi untuk kembali kesini ( kota Pekanbaru, Riau) “pujinya.

Seperti yang di sampaikan oleh
asisten 1 provinsi Riau Ahmad syahrofi,, program penukaran pemuda ini berlangsung selama 2 bulan , talenta anak- anak ini cukup memberikan bantuan masa depan buat mereka, yang kedepan bisa menjadi acuan baginya ,baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial, pendidikan, budaya dan lainnya,
atas nama pemerintah provinsi Riau sangat memberi apresiasi kepada anak asuh ini , juga mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah bersedia menjadi orang tua asuh mereka ,semoga mereka menjadi generasi pemuda berguna bagi masyarakat dan bangsa kedepannya.” Tutupnya.

Editor, JackNho.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *