Plt Gubernur DKI Penumpang Kapal 285 orang, Pakai Jaket Pelampung Hanya 100

kapal-terbakarreuters

Jakarta -Newshanter.com. Plt (Pelaksana tugas) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan tercatat ada 100 penumpang di manifes kapal Zahro Express yang terbakar di Muara Angke, Jakarta Utara. Padahal, jumlah penumpang kapal Nahas itu mencapai 238 orang.

“Kapasitasnya itu 285 (orang) sebenarnya, jumlah penumpang existing itu 238 orang. Sehingga kalau angka ini benar, sebenarnya masih belum melebihi kapasitas. Cuma dalam data manifes hanya ditulis 100 orang,” kata Sumarsono di RS Atma Jaya, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017).

Bacaan Lainnya

Sumarsono mengatakan, hanya 100 orang yang memakai jaket pelampung. Sedangkan yang lainnya tidak kebagian jaket pelampung.

“Jumlah penumpang menurut perhitungan 238, dan banyak juga yang naik di atas dan lain sebagainya, sehingga tidak bisa kebagian jaket pelampung. Cuma sayang datanya 100 saja yang pakai (jaket pelampung),” ujarnya.

Karena itu, lanjut Sumarsono, permasalahan ini merupakan salah satu penyelidikan pihak Polda Metro Jaya.”Jadi ada administrasi yang mungkin sengaja salah atau tidak sengaja salah itu yang sedang diselidiki,” tuturnya.

Ibu Histeris Kepada PLT Gubernur Minta Anaknya Dicarikan

Sementara itu Seorang ibu histeris hingga pingsan begitu tahu anaknya menjadi penumpang Kapal Wisata Zahro Express yang terbakar di peraiaran Muara Angke, Jakarta Utara. Dia meminta Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono untuk mencari keberadaan anaknya yang masih belum ditemukan.

Permintaan tersebut disampaikan ibu itu saat Sumarsono berkunjung melihat para korban di Rumah Sakit Atma Jaya, Jalan Pluit Raya nomor 2, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2016). Sumarsono-pun mendengarkan langsung permintaan ibu tersebut.

“Saya bilang itu ombak besar. Saya bilang, terus kakak saya yang di Jakarta bilang, iya lah saya enggak jadi pergi. Saya bilang sama menantu saya, kamu jangan pergi ombak besar. ‘Ma, enggak usah takut, ombak besar kan kapalnya enggak berangkat Ma’. ‘Jangan lah pergi’, aku bilang,” kata Ibu itu sesekali menirukan ucapan anaknya. Dia menceritakan ke Sumarsono sambil menangis.

Ibu itu kaget begitu mendengar kabar kapal yang ditumpangi anaknya itu terbakar. “Tahu-tahu aku jalan-jalan pulang, tahu-tahu dengar kabar ini, Pak. Tolong cepat cari anak saya, Pak,” katanya ke Sumarsono.

Namun, belum selesai ucapannya ke Sumarsono, ibu itu kemudian jatuh pingsan. Seketika Sumarsono dan beberapa orang di sekitarnya membaringkan ibu itu.

“Ibu kenapa, Bu,” kata Sumarsono berusaha menyadarkan.

Ibu tersebut kemudian siuman setelah dioles minyak wangi di hidungnya. Sumarsono kemudian berjanji akan mencari anak ibu itu yang telah menjadi korban.

“Iya kita tolongin, kita cariin malam ini. Nanti diberi tahu kalau sudah ada,” jelas Sumarsono.

Namun sang ibu tetap histeris dan meminta anaknya tetap segera diketemukan. “Enggak mau, enggak bisa tidur, pokoknya tolongin anak saya, Pak. Kenapa enggak dengar, Pak,” ujarnya.

Seorang dokter rumah sakit kemudian datang dan membantu Sumarsono menenangkan ibu itu. “Saya dokter Adrian, saya yang nanganin. Anak ibu sedang dicari. Akan dilakukan yang terbaik, kalau enggak bapak Plt enggak kemari,” kata dokter tersebut.

Menanggapi pernyataan Adrian, Sumarsono kemudian menegaskan bahwa pencarian akan sesegara mungkin dilakukan tim di lapangan.

“Iya yang cepat ini loh, sabar dulu, tim nyari di sana, terus, nyari terus. Mudah-mudahan nanti ketemu ya. Ailing ya namanya,” pungkasnya.Usai menemui dan menenangkan ibu tersebut, Sumarsono lantas meninggalkan rumah sakit.(DTC/01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *