Plr Gubernur Riau: Riau Masih Berkabut Karena Kiriman dari Provinsi Tetangga

PEKANBARU -Newshanter.Com, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, menemui ratusan massa tergabung dalam Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap. Mereka terdiri dari berbagai gabungan organisasi diantaranya KAMMI, Hippmih, BEM Unri, IPMKS, GMPKS, Himarohu, Walhi, Green Peec serta KNPI, di depan kantor Gubernur Riau, Rabu (09/09/2015) .Pendemo dalam tutuntanya meminta agar persoalan asap yang terus berulang hampir setiap tahunnya agar segera dituntaskan.

Arsyadjuliandi didampingi Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi, Kapolda Riau Bambang Dolli Hermawan, Kasatpol PP Riau Zainal Z SH MSi, menanggapi pendemo nyatakan keseriusannya termasuk pihak terkait dalam penanggulangan asap di Riau. Disebutkan, persoalan asap yang masih berkabut di Riau saat ini bukanlah sepenuhnya dari Riau, melainkan karena kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatera Selatan.
Menurut Plt Gubri bisa dilihat dari hotspot yang dipublikasikan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Tidak hanya itu, titik api di Riau juga jauh lebih sedikit dibanding dua Provinsi Jambi dan Sumsel yang juga terjadi Karlahut.
Luasan lahan yang terbakar juga jaub lebih sedikit, dimana jika 2014 jumlah kawasan terbakar mencapai 22 ribu hektar lebih sementara tahun ini hanya 3400 hektar saja.

Orang nomor satu di Riau ini juga mengklaim paparan yang disampaikannya tersebut sebagai langkah maju, dari pada penanganan asap tahun lalu. Diharapkan usaha penanganan asap yang terus dilakukan tim siaga darurat Karlahut bisa lebih dimaksimalkan.

“2014 kita sudah membentuk posko di Lanud Roesmin Nurjadin. Menunjuk Danrem sebagai komandan Satgas Karlahut. Tahun ini terus berkurang luasan kebakaran. Luasan 2014 22 ribu lebih, tahun ini hanya 3400 hektar. Termasuk jumlah hitspot,” ujarnya.

Meski begitu diakuinya, persoalan asap yang terjadi saat ini sangat berdampak pada kesehatan masyarakat Riau yang telah berjatuhan akibat terkena ISPA. Kemudian lumpuhnya pendidikan dengan diliburkannya anak-anak sekolah termasuk masalah ekonomi.Saat Plt Gubri memberikan paparan, terdengar diantara kerumunan yang meminta diberikan pengobatan gratis bagi penderita ISPA akibat kabut asap. “Saya kira gratis,” ujar Arsyadjuliandi Rachman.(RTC/NR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *