PALEMBANG – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Sumsel kirim tujuh petinju di ajang kejuaraan nasional (kejurnas) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar 2016 di Batam, Kepulauan Riau, 29 September-5 Oktober 2015. Masing-masing, Rois (46 kg), Nico Dacosta (49kg), Valdo PM (56 kg) Wahyu Nugroho (64 kg), Sinar Pagi Simbolon (48 kg) Lemige Gombo (54 kg), dan Hotmadia Naibaho (64kg).
Menurut ketua umum Pertina Sumsel, H Syafudin Aswari Rivai, ketujuh petinju tersebut siap memberikan prestasi terbaik. “Kemarin (28/9) para petinju bertolak ke Batam. Hari ini uji coba venue dan besok mulai tanding. Mohon doanya masyarakat Sumsel, agar atlet-atlet kita bisa berjuang maksimal,” kata pria yang juga Bupati Lahat ini.
Dijelaskan Wari ,sapaan akrabnya, petinju Sumsel akan didampingi tiga pelatih. Gabriel N Lay (Polsen), Usman Tess dan Suparno. “Jumlah kelas yang dipertandingkan enam putri dan 10 kelas putra,” terang ketua Indonesia Offroad Federation (IOF) Sumsel ini.
Pra PON atau kejurnas zola Sumatera diikuti 10 peserta. Sebut saja, Aceh, Kepri, Sumut, Sumbar, Jambi. Sumsel, Babel, Bengkulu, Lampung dan Banten. Untuk target Wari berharap bisa meloloskan minimal empat petinju ke PON.
“Kami optimistis bisa meloloskan empat atlet. Anak-anak sudah sangat siap. Untuk medali kami berharap bisa merealisasikan target dua emas” terang dia.
Untuk persiapan Pertina Sumsel sudah bertapa dalam pelatihan nasional (Pelatnas) di Lahat selama 25 hari. Kemudian lanjut latihan intensif di Sasana PT Pusri. “Persiapan sudah maksimal selama 25 hari di Lahat dan di Pusri,” tambah Sulfa Ganie ketua harian Pertina Sumsel. (Humas KONI Sumsel)





