PEKALONGAN, Newshanter.com – Tidak terasa pelaksanaan TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, di Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, telah berjalan 18 hari. Sementara sejumlah pekerjaan fisik baik pokok maupun tambahan masih menyisakan pekerjaan yang volumenya masih lumayan besar.
Untuk itu berbagai cara terus dilakukan para anggota Satgas TMMD dan warga untuk menuntaskan pekerjaan TMMD yang masih tersisa. Salah satunya adalah mempersingkat waktu istirahat. Hal itu dilakukan, lantaran hujan yang sering turun akan menyita penyelesaian pekerjaan TMMD. Hal itu dilakukan di pembangunan talud yang menjadi sasaran fisik pokok TMMD Kodim Pekalongan.
”Menyikapi kendala yang ada di lokasi pembangunan talud TMMD, yakni di Dukuh Jlubang, Desa Pantirejo, kami dengan warga membuat kesepakatan, demi mengejar penyelesaian pekerjaan akan mempersingkat waktu istirahat,” ungkap Sertu Rohani salah satu anggota Satgas TMMD, Jumat (03/04/2020).
Sebagaimana diketahui, di salah satu sasaran fisik pokok pelaksanaan TMMD Pantirejo, adalah pembangunan talud II yang ada di Desa Jlubang, Desa Pantirejo, muncul kendala yakni sering turunnya hujan. Akibatnya progres pekerjaan dapat dikatakan minim.
Menurut, Jarot (49), salah satu warga Pantirejo, jika turun hujan dipastikan pembangunan talud di Dukuh Jlubang itu akan berat. ”Disaat hujan sudah pasti pekerjaan berhenti. Sementara jika hujan sudah reda, jika ingin melanjutkan pekerjaan, kondisi jalanan yang ada di sekitar bangunan talud akan becek dan licin, diperparah di lokasi pembangunan taludnya, akan digenngi air.
”Untuk itu, saya dan warga lainnya juga sepakat dengan ajakan para anggota Satgas TMMD jika mempersingkat waktu istirahat manakala cuaca cerah. Bahkan misal nantinya harus mundur waktu selesainya pekerjaan, warga pun sepakat. Terpenting target pekerjaan selesai sebelum penutupan TMMD,” ujar Jarot.(rus)





