Palembang, newshanter.com – Dalam rangka meningkatkan efektivitas penataan organisasi dan kesiapan satuan tempur, Asisten Perencanaan Kodam II/Sriwijaya (Asrendam II/Swj), Kolonel Inf Mustamin, mewakili Pangdam II/Sriwijaya mengikuti kegiatan Evaluasi Tata Tugas dan Satuan (Tata Tuksat) Brigade Infanteri (Brigif) dan Batalyon Infanteri (Yonif) Tipe Pembangunan (TP) jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat secara virtual melalui Video Conference (Vicon).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Puskodalops Kodam II/Sriwijaya, Palembang, Jumat (24/04/2026), dan diikuti oleh para Perwira Pembantu Madya (Pabandya) di lingkungan Kodam II/Swj.
Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Muhammad Saleh Mustafa, yang memberikan arahan strategis terkait penataan kekuatan pada tingkat brigade dan batalyon pembangunan guna mendukung kesiapan operasional satuan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah komprehensif pimpinan TNI AD dalam memastikan kesiapan organisasi satuan-satuan tempur baru agar berjalan sesuai dengan ketentuan, prosedur, serta target yang telah ditetapkan. Evaluasi ini juga menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian satuan di lapangan.
Dalam arahannya, Wakasad menekankan pentingnya akurasi data, ketepatan perencanaan, serta efektivitas operasional dalam pengelolaan satuan-satuan Tipe Pembangunan (TP). Hal tersebut dinilai krusial agar satuan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga pertahanan wilayah sekaligus mendukung percepatan program pembangunan nasional di daerah.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kodam II/Sriwijaya menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh hasil evaluasi secara optimal. Langkah ini bertujuan untuk menyempurnakan struktur organisasi dan tata kerja satuan Brigif dan Yonif TP, sejalan dengan visi TNI AD yang modern, profesional, dan adaptif dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) secara berkelanjutan. (*)





